Kronologi Rio Santoso Membunuh Deudeuh Alias Tata Chubby

Kronologi Rio Santoso Membunuh Deudeuh Alias Tata Chubby

foto : sindikasi.co

HarianDepok.com – Berita , Prio Santoso alias Rio,merupakan  tersangka tunggal pembunuh Deudeuh Alfi Syahrin atau Tata Chubby. Ia memulai hubungannya dengan korban melalui situs jejaring sosial twitter pada Maret 2015 lalu. Kala itu, Prio tergoda dengan biodata di akun Deudeuh yang terang-terangan menawarkan jasa pemuas nafsu laki-laki hidung belang. Hubungan keduanya pun berlanjut sampai terjadi kesepakatan dan janjian bertemu pada 2 April 2015.

Pelaku pun datang ke kosan milik korban di Jalan Tebet Utara II Nomor 15-C. Karena merasa pelayanan Deudeuh memuaskan, Rio berniat menemui Deudeuh untuk kedua kalinya. Rio pun mengirimkan pesan singkat untuk menyampaikan maksudnya pada Rabu 8 April 2015 dan telah disepakati akan bertemu pada Jumat 10 April 2015. Usai pulang dari tempatnya mengajar, pada Jumat pukul 19.00 WIB Rio pun sampai di kamar kos Deudeuh.

Tapi, bukan sambutan manis yang didapat, malah ejekan bau badan yang keluar dari mulut Deudeuh. Rio pun marah karena Deudeuh terus mengatakan hal itu berulang kali dengan nada menyinggung, dan menutupi hidung dengan alasan tidak tahan dengan bau badannya. Ketika berhubungan, spontan Rio mencekik leher Deudeuh dan dibalas korban dengan menggigit tangan pelaku. Karena merasa kesakitan, Rio yang pun semakin mengencangkan cekikannya.

Deudeuh kemudian terjatuh ke lantai di samping kanan ranjang dalam keadaan pingsan. Tidak puas melihat keadaan korban, Rio pun memakai kabel yang ada di dekatnya untuk menjerat leher korban dan menyumpal mulut Deudeuh dengan kaos kaki miliknya agar korban tidak bersuara. Setelah itu  Deudeuh benar-benar tidak sadarkan diri.

Usai membunuh, Rio mengambil barang-barang berharga di kamar Deudeuh, seperti 4 buah handphone, 1 laptop, serta uang tunai sebesar 2,8 juta. Sekitar pukul 20.15 WIB pelaku keluar kamar dan mengunci korban dari luar. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Rio dijerat Pasal 365 dan 338 KUHAP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

[ TaufikHidayat/HD ]

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok