Kesenjangan Sosial di Konser One Direction GBK

Kesenjangan Sosial di Konser One Direction GBK

Images – Getty Images

HarianDepok.com – Suara Pembaca , Sedikit Menengok Kebelakang tentang kejadian beberapa minggu lalu, yang menjadi kehebohan di kalangan remaja dan marak dibicarakan di media; konser One Direction  boyband asal Inggris. Faktanya penonton didalam stadion GBK 25 Maret sangat antusias menikmati konsertersebut. Mereka tanpa ragu telah mengeluarkan uang  sekitar Rp 1,7 juta hingga Rp 2,7 juta untuk membeli tiket konser.

Bisa dibayangkan wajah mereka dipenuhi tawa kegembiraan melihat pertunjukkan boyband favorit mereka. Sebaliknya terlihat pemandangan yang kontras diluar stadiun GBK. Beberapa pedagang sangat lesu dan sedih karena menderita kerugian. Seperti contohnya seorang pedagang dari Ciamis yang mencoba peruntungannya dengan bermodalkan sekitar Rp 300 ribu untuk berjualan pernak pernik konser terpaksa harus menderita kelaparan sambil menjajakan dagangannya karena tidak punya sisa uang yang cukup untuk membeli makanan.

Di cuaca yang dingin karena hujan deras, meskipun kedinginan dan kelaparan dia berharap paling tidak bisa balik modal untuk pulang kampung. Sungguh ironis sekali perbedaan sosial mereka, orang-orang berduit tidak sayang menghabiskan jutaan rupiah untuk hiburan sementara orang-orang kecil dengan susah payah mencari uang seratus atau dua ratus ribuan untuk memenuhi kebutuhan sandang-pangan keluarga mereka. Ini membuktikan bahwa kesenjangan sosial di negara kita semakin parah.

Pemandangan diluar GBK itu hanyalah salah satu contoh gagalnya pemerintah dalam mewujudkan kemakmuran pada semua masyarakatnya. Hampir setiap hari kita melihat pengemis2 dijalan, orang2 yang tinggal di daerah kumuh, anak2 yang terpaksa mengamen, sementara banyak mobil2 mewah berseliweran di jalan. Ada orang kaya yang memiliki 3, 4, atau 5 mobil mewah yang lebih sering nongkrong dirumah, dilain pihak ada orang yang pas-pasan hidupnya dengan bermodalkan satu-satunya kendaraan yang ia miliki yaitu motor bututnya untuk berdagang mencari nafkah untuk keluarganya.  Kesenjangan sosial yang semakin parah ini dikarenakan sistim yang dipakai oleh pemerintah adalah sistem ekonomi kapitalisme.

Sistem ekonomi kapitalisme sesuai dengan artinya “capital” adalah “modal”, maka sistem itu lebih menguntungkan orang2 kaya yang memiliki modal. Pemerintah tidak bisa mempunyai andil yang besar dalam mengatur mereka, malah sebaliknya mereka bisa mengatur pemerintah demi keuntungan mereka. Dengan sistem ini banyak yang membuat sikaya makin kaya sedangkan simiskin makin miskin. Maka makin lebarlah kesenjangan sosial di masyarakat kita. Pemerintah seharusnya mengganti sistem kapitalime karena sudah terbukti kegagalannya.

Sistem ekonomi Islam mempunyai banyak keunggulan yang dapat mempersempit bahkan menghilangkan kesenjangan sosial dan membuat semua masyarakat makmur yaitu dengan terpenuhinya kebutuhan primer mereka seperti sandang, pangan dan papan karena Islam memiliki konsep kepemilikan yang jelas. Dalam pandangan Islam tambang-tambang di dalam perut bumi (seperti logam, minyak, gas, dll) adalah milik rakyat bersama jadi harus dikuasai negara, tidak boleh dimiliki perusahaan swasta. Kepemilikan industri2 penting (seperti industri petrokimia, industri berbagai macam energi, atau industri senjata perusak) tidak boleh dikuasai pihak swasta. Islam menetapkan sumberdaya alam, khususnya energi sebagai salah satu kekayaan milik umum. Rasulullah SAW bersabda:

“Umat Islam berserikat dalam tiga perkara: air, padang rumput, dan api” (Hr. Ahmad)

Api dalam hadist tersebut adalah sumber daya energi seperti listrik, BBM dan sumber energi lainnya. Jadi pemerintah tidak boleh menyerahkan pengelolaan sumberdaya alam kepada pihak swasta agara seluruh rakyat bisa menikmati hasil dari sumberdaya alam tersebut. tidak seperti yang kita alami sekarang dimana rakyat sangat terbebani dengan kenaikkan BBM. Kalau pemerintah mengelola sendiri Insya Allah tidak ada masalah dengan distribusi dan harga BBM, bahkan masyarakat tidak perlu membayar kalau semua sumber daya alam dikelola dengan adil dan tidak dikorupsi. Pemimpin2 kita seharusnya takut akan azab Allah jika tidak berbuat jujur dalam menjalankan amanat rakyat. Mereka tidak akan berani melanggar firman Allah SWT  berikut ini:

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (Al-Anfal:27)

Rasulullah juga mengecam pemimpin yang menipu rakyatnya dalam sabda beliau:

“Tidak ada seseorang hamba yang dipercayai Allah kepadanya memimpin rakyatnya kemudian dia mati sedangkan pada hari kematiannya dia menipu rakyat, niscaya Allah mengharamkan syurga kepadanya.” (HR. Muslim)

Sistem ekonomi Islam juga mewajibkan peredaran harta kekayaan yang merata di seluruh rakyat. Negara harus mencegah peredaran harta kekayaan hanya di antara kelompok tertentu saja. Dalam hal ini Allah SWT berfirman :

“………….supaya harta itu jangan hanya hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kalian…..”  (Al-Hasyr: 7)

Meskipun ayat itu diturunkan Allah berkenaan peristiwa dizaman Rasul SAW, tetapi ayat tersebut berlaku sepanjang zaman. Sehingga negara harus melaksanakan hukum-hukum yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi (produksi, industri, pertanian, distribusi, dan perdagangan), investasi, mata uang, perpajakan dll sesuai syariah agar setiap orang mempunyai akses untuk mendapatkan kekayaan tanpa merugikan atau dirugikan orang lain.

Yang tidak kalah pentingnya adalah sistem ekonomi Islam membebaskan negara kita dari jebakan hutang dan riba. Pada dasarnya Islam tidak melarang individu, perusahaan, dan negara meminjam uang dari pihak lain. Tetapi pinjaman tidak boleh disertai bunga. Betapa terpuruknya negara kita dengan hutang yang begitu besar sampai2 untuk membayar bunganya pun pemerintah kita sangat kewalahan. Hal ini membuat pemerintah sulit mengeluarkan dana demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Masih banyak lagi keunggulan-keunggulan sistem ekonomi Islam yang bisa meyelesaikan masalah2 ekonomi di negara kita. Bila sistem ini diterapkan di Indonesia, Insya Allah negara kita akan menjadi negara yang mandiri dimana kesejahteraan merata ke seluruh masyarakat dan tidak ada lagi kesenjangan sosial. Amiiin. Wallahu a’lam bi ash-shawab.

Kiriman dari :

Sutanti S.Pd. (Aktivis MHTI Depok)

Tags:
author

Author: 

Penulis Konten - Author Di Harian Depok