9 Anak Perempuan Di Bawah Umur, di Cabuli Oleh Seorang Buruh Bangunan di Depok

9 Anak Perempuan Di Bawah Umur, di Cabuli Oleh Seorang Buruh Bangunan di Depok

HarianDepok.com – Berita , Seorang buruh bangunan, Imron (32)  digiring warga ke Mapolresta Depok, Sabtu (11/04/2015) dini hari. Imron diduga sudah melakukan pelecehan seksual kepada belasan anak perempuan di bawah umur di  tempat tinggalnya yang berada di kawasan Harjamukti, Cimanggis, Depok. Saat ini Imron tengah menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Depok sambil menunggu hasil visum atas 9 anak perempuan dibawah umur yang telah menjadi korbannya.

kasus ini mulai terungkap ketika salah satu anak perempuan yang berusia 4 tahun berinisial Is, mengatakan kepada orangtuanya jika kelaminnya sempat dipegang oleh Imron. Menurut Iptu Elly Padiansari, Kanit PPA PPA Polresta Depok, kepada wartawan di Mapolresta Depok, Sabtu (11/04/2015) menyebutkan, “Ketika tengah memandikan sang anak, ibunya sempat curiga, saat melihat  kelamin anaknya sedikit terluka dan berdarah. Dari situlah  korban kemudian menceritakan perbuatan Imron kepada ibunya,”

Elly mengatakan, berdasarkan pengakuan anaknya, diketahui jika Imron juga melakukan hal yang serupa kepada teman-temannya yang lain. Diduga sekitar belasan anak yang telah menjadi korban Imron. “arga pun akhirnya membekuk pelaku di kediamannya dan digelandang ke sini,” ucap Elly. Dia menyebutkan hingga sekarang sudah ada 9 anak yang mengaku telah menjadi korban Imron. Dan diduga masih ada lagi anak yang lainnya yang telah menjadi korbannya. Bahkan salah seorang korban, diketahui merupakan anak dari dosen salah satu perguruan tinggi swasta di Depok.

Elly menyebutkan, modus pelaku adalah dengan mengajak korban bermain ke rumah kontrakekannya dan diperlihatkan foto-foto lucu di handphone si pelaku. Ketika itulah pelaku mencabuli para korban. Bukan hanya itu, setelah mencabuli korban, pelaku memberikan uang jajan ke korban sebesar Rp 1.000. Elly menyatakan, “Saat ini kami masih mendalami kasus ini dan tengah melakukan visum ke semua korban untuk alat bukti di RS Polri, Sukanto,” Dia mengatakan, pelaku akan dijerat dengan UU Perlindungan Anak No 23/2002 Pasal 81 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

[ TaufikHidayat/HD ]

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok