Ledakan Yang Terjadi di Tanah Abang, Bukanlah Ledakan Bom

Ledakan Yang Terjadi di Tanah Abang, Bukanlah Ledakan Bom

foto ; merdeka.com

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Ledakan yang terjadi di sebuah tanah kosong di bilangan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (08/04/2015) kemarin, Polri memastikan ledakan tersebut bukan berasal dari bom. Menurut Kombes Rikwanto, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri menyatakan, ledakan tersebut berasal dari petasan yang berukuran besar. “Wajar masyarakat bilang bom, karena meledak. Namun secara ilmiah, itu bukanlah bom karena tidak ada switch on of, tidak ada detonator, sumbu atau baterai. Jadi kami anggap sebuah petasan banting yang besar,” terang Rikwanto di kantornya, Kamis (09/04/2015).

Rikwanto mengungkapkan, benda yang meledak tersebut berukuran sebesar bola tenis dan seperti layaknya makanan asal Cina, dimsum. Terdapat sebuah wadah yang berisi bahan-bahan peledak, seperti bubuk mesiu. Wadah tersebut terbungkus plastik hitam yang pada ujungnya diikat dengan karet. “Di tempat kejadian perkara kami menemukan ada sebanyak 49 buah benda seperti itu,” kata Rikwanto. Rikwanto melanjutkan, saat ini tim Gegana telah mengamankan 49 benda itu ke markas. Tim akan melakukan penelitian, bagaimana cara kerja benda tersebut dan kenapa bisa meledak.

Apakah karena benturan, suhu udara atau tekanan udara. Rikwanto menyebutkan, kenapa barang-barang tersebut bisa berada di lokasi, dan siapakah yang membawa serta siapa yang membuatnya, hal tersebut masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Tidak hanya barang bukti, personel juga berhasil mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi yang berada di lapangan, termasuk empat korban luka akibat terkena ledakan. “Kita telah memeriksa semua saksi. Apapun keterangan mereka, kita tampung saja terlebih dulu,” kata Rikwanto.

Ledakan tersebut terjadi di RT 16/9, Tanah Abang, Rabu (08/04/2015) sekitar pukul 14.15 WIB. Dalam peristiwatersebut, terdapat empat orang terluka yang mengaku kalau mereka merupakan warga sekitar. Tapi, dari hasil pemeriksaan polisi, melihat alamat KTP keempat korban, mereka bukan  berasal dari wilayah Tanah Abang. Empat korban tersebut adalah Rukam (56) alias Suro, warga Ciledug;  Amir (30) alias Bogel warga Kebon Kacang; Feri (31) asal Indramayu; dan Asep (67) warga Kebon Kacang. Keempat korban saat ini masih dirawat intensif di RS Polri Bhayangkara Kramatjati, Jakarta Timur.

[ TaufikHidayat/HD ]

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok