SMAN 1 Depok Tetap Jadi Gudang Soal UN Meski Sudah Gunakan UN CBT

SMAN 1 Depok Tetap Jadi Gudang Soal UN Meski Sudah Gunakan UN CBT

HarianDepok.com – Berita , SMAN 1 Depok dari tahun ke tahun memang selalu menjadi gudang bongkar muat soal ujian nasional (UN) sesudah didistribusikan oleh Provinsi Jawa Barat. Dengan pengawalan ketat dari polisi, dan pintu ruang gudang berlapis, sampai dilengkapi oleh kamera pengintai CCTV pasti selalu ada disetiap soal tiba. Tahun ini, pelaksanaan UN dengan sistem berbasis komputer atau computer based test (CBT) sudah digelar oleh SMAN 1 bersema 15 sekolah lainnya di Depok. Tapi, SMAN 1 tetap menjadi titik bongkar muat drop soal dari Provinsi Jawa Barat sebelum akhirnya diambil oleh sub-sub rayon.

Kepala SMAN 1, Laksmi Gantini, Selasa (07/04/2015) mengataakan, “Drop soal tertulis masih ada. Kami masih tetap akan membantu UN tertulis seperti biasa sebelumnya. Akan tetapi, kami sendiri tengah melaksanakan UN CBT dan hasilnya lebih ringan, karena SMAN 1 seakan menjadi ‘mukanya’ sekolah di Depok, kita berusaha semampu kita untuk dapat melaksanakannya,” Kemudian, Hery Pansila, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Depok menyebutkan, pelaksanaan UN secara konvensional diikuti dengan jumlah total 7,2 juta pelajar se-Indonesia.

kalau dikalikan jumlah empat mata pelajaran, maka menjadi 42 juta lembar. “Mungkin soal mencetaknya tidak ada masalah, namun yang jadi dasarnya adalah distribusinya. Terkadang ada yang tidak sampai,” terangnya. Hery melanjutkan, mengenai variasi soal malah lebih mudah menggunakan sistem CBT. Hal tersebut juga efektif untuk mencegah kebocoran soal. “Jika bocor tinggal diganti cepat karena komputerisasi, efektif, efisiensi, dan cepat atau lambat kita akan masuk ke dunia tersebut. Kami akan melakukan perubahan secara bertahap,” tuturnya.

Belum lagi, tambah Heri, resiko keyakinan siswa ketika melingkari Lembar Jawaban Komputer (LJK). “Bulatkan LJK terkadang lupa memindahkan jawaban dari kertas soal, jika tidak benar maka akan rugi. Dari segi waktu, UN CBT memiliki porsi waktu lebih banyak. Dan mengoreksi jawaban yang salah akan lebih mudah,” ucapnya.

[ TaufikHidayat/HD ]

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok