Dishub dan Organda Depok Buat Skema Tarif Batas Atas dan Batas Bawah

Dishub dan Organda Depok Buat Skema Tarif Batas Atas dan Batas Bawah

HarianDepok.com – Berita , Keputusan untuk tidak menaikan tarif oleh Dinas Perhubungan (Dishub) dan Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Depok akhirnya dianulir kembali. Hal itu disebabkan atas kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan oleh pemerintah secara diam-diam, sehingga semua sopir dan pemilik armada mengadakan  pengajuan kenaikan tarif.

Akibat instansi itu, keduanya sepakat untuk memberlakukan tarif batas atas dan batas bawah. Gandara Budiana, Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok menyatakan, pemberlakukan tarif batas atas dan batas bawah tersebut  berdasarkan atas suara tuntutan sopir dan pemilik angkot agar menaikan tarif. Kenaikan harga BBM juga menjadi faktor penyebab kenaikan harga onderdil kendaraan dan kebutuhan pokok.

Sehingga pihaknya pun kewalahan untuk menampik pengajuan kenaikan tarif yang diajukan tersebut. Saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dengan Organisasi Angkutan Daerah (Organda) Kota Depok sedang merancang skema tarif angkutan umum di Kota Depok dengan memakai tarif batas atas dan batas bawah sebagai bentuk mengantisipasi gejolak harga BBM, jenis premium dan solar yang tidak menentu.

Setelah pihaknya berdiskusi langsung dengan pihak Organda Kota Depok, barulah rencana penggunaan keputusan tarif batas atas dan batas bawah untuk angkutan umum ini akan diberlakukan. Bahkan hingga kini mereka sedang melakukan penggodokan skema tarif batas atas dan atas bawah tersebut.

Gandara melanjutkan, selain itu, jika skema yang mereka rancang dengan Organda selesai, maka  mereka akan langsung mengajukannya ke Walikota agar dibuatkan peraturan walikota (Perwa). Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk untuk menghandari kenaikan atau penurunan tarif jika pemerintah pusat secara mendadak menaikan harga BBM yang dilakukan secara diam-diam.

[ TaufikHidayat/HD ]

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok