Anggota DPRD Depok, Diwajibkan Tanam Pohon Sebanyak 100 Batang Dalam Sebulan

Badan Lingkungan Hidup Kota Depok Siap Tanam Ribuan Pohon

HarianDepok.com- Berita , Saat ini, Ruang Terbuka Hijau (RTH) di wilayah kota Depok semakin sedikit, Hal itu lebih disebabkan oleh pesatnya laju perekonomian di wilayah kota Belimbing. Maraknya pembangunan properti dan apartemen di kota Depok, diduga menjadi salah satu penyebab berkurangnya Ruang Terbuka Hijau di wilayah kota tersebut.

Permasalahan ini langsung ditanggapi serius oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Depok. Keseriusan para wakil wakil rakyat kota Depok dalam memecahkan permasalahan tersebut saat ini tengah melakukan kegiatan wajib tanam pohon. Hal itu dilakukannya demi terciptanya kembali lingkungan kota Depok yang ramah dan nyaman.

Kegiatan wajib tanam pohon yang tengah dilakukan oleh DPRD Depok ini, akan dimasukan kedalam daftar kerja seluruh anggotanya yang terpilih. Secara teknisnya, para anggota dewan tersebut dalam sebulan diharuskan menanam pohon sebanyak 100 batang.

Wakil Ketua DPRD kota Depok, Yeti Wulandari mengatakan bahwa kegiatan wajib tanam pohon yang digulirkan kepada seluruh anggotanya tersebut guna membantu menjaga lingkungan kota Depok agar bisa kembali asri. Lain daripada itu, aksi wajib tanam pohon juga diperuntukkan sebagai faktor pendukung pencapaian penghargaan Adipura di kota Depok.

“Dimulai dari hari ini, seluruh anggota DPRD, diharuskan melakukan aksi tanam pohon. Semua kebutuhan akan hal tersebut sudah disiapkan. Semua ini dilakukan guna mengembalikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di wilayah Depok yang hingga kini semakin berkurang.” ungkapnya kepada media, Jum’at (03/04/2015).

Yeti Menjelaskan, bahwa kegiatan wajib tanam 100 pohon yang diberlakukan untuk seluruh anggotanya tersebut dilakukan sebagai salah satu solusi terciptanya Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang semakin minim. Aksi wajib tanam 100 pohon tersebut juga dilakukannya sebab selama ini, kegiatan tersebut belum pernah dilakukan oleh instansi terkait. Minimnya RTH di kota Depok itu sendiri lebih disebabkan oleh pesatnya laju pembangunan gedung dan perumahan yang berdampak kepada berkurangnya lahan hijau dan lahan resapan.

Untuk meminimalisir adanya anggota anggotanya yang mangkir akan wajib tanam pohon tersebut, Yeti beserta pihak pihak terkait, akan selalu mencatat 100 pohon perbulannya dan akan langsung dilaporkan kepada puluhan anggota dewan. Hal itu dilakukannya karena untuk mengoptimalkan kegiatan tersebut pihaknya telah mengajukan Anggaran daerahnya guna menunjang suksesnya kegiatan tersebut.

Diharapkannya, dengan adanya kegiatan tersebut, semoga bisa membantu pemerintah kota Depok dalam menyelesaikan problema polusi serta dapat mengembalikan penghargaan Adipuranya yang sempat terlepas.(Izl)

[NurMungil/HD]

Tags:
author

Author: