Satu Setengah Tahun Ini Harga Properti Di Singapura Turun

Satu Setengah Tahun Ini Harga Properti Di Singapura Turun

HarianDepok.com- Properti , Harga rumah dinegeri Singapura kembali anjlok selama enam kuartal berturut- turut. Penurunan ini adalah yang terpanjang selama lebih dari satu dekade. Adapun penyebab dari penurunan tersebut adalah karena adanya pengetatan kredit sehingga mendinginkan permintaan dari pasar perumahan ke dua paling mahal se Asia tersebut.

Berdasarkan data awal yang diambil dari URA (Urban Redevelopment Authority), indeks pelacakan harga rumah swasta anjlok sekitar 1,1 persen pada tiga bulan yang terakhir pada selasa (31/ 03/ 2015). Pihak URA sendiri memaparkan telah mengubah metode yang mereka gunakan untuk menghitung indeks properti dari kuartal terakhir yang lebih menggambarkan pasar properti.

Lebih lanjut URA menunjukan harga perumahan turun sekitar 4 persen di tahun 2014. Hal tersebut merupakan penurunan berkala tahunan pertama sejak tahun 2008, ini adalah bukti dari kampanye 5 tahun pemerintah guna mengendalikan nilai properti dalam menahan permintaan. Penurunan yang terjadi tersebut lebih lam jika dibandingkan saat terjadi krisis keungan global dari pertengahan 2008 hingga pertengahan 2009.

Pemerintah sendiri mulai memberlakukan pembatasan atas properti residensial pada tahun 2009 yang diakibatkan karena suku bunga yang rendah dan kekhawatiran permintaan dari pembeli asing yang meningkat. Mereka juga telah memasukkan pembatasan pada biaya pembayaran hutang sebesar 60 peresen dari pendapatan bulanan penyewa, peningkatan pajak poperti, dan bea materai yang tinggi.

Data menunjukan harga apartemen turun sekitar 0,6 persen pada kuartal pertama. Sementara itu apartemen yang berada pada area pinggiran kota juga mengalami penurunan sekitar 0,9 persen, dan harga apartemen yang ada di kawasan sekitar distrik utama turun 1,8 persen.

Para pengembang sendiri hanya mampu menjualnya sekitar 382 unit properti selama periode bulan Februari 2015. Hal ini menunjukan terdapat 48 persen lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun- tahun sebelumnya. URA sendiri akan menggunakan metode baru untuk menghitung indeks, yakni menggunakan metode bobot tetap selama lima kuartal sebelumnya.

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: