BI Meminta Agar Bank Syariah Memanfaatkan Dana Wakaf dan Zakat

Bank Syariah Indonesa, Bank Indonesia,Badan Wakaf Indonesia, Badan Zakat Indonesia

HarianDepok.com- Bisnis – Potensi dari dana Wakaf dan Zakat sebagai sumber pembiayaan yang ada di perbankan syariah sangatlah besar. Bank Indonesia (BI) mendorong industri perbankan syariah untuk memanfaatkanya sebagai seumber pendanaan yang murah.

Agus Martowardojo selaku Gubernur Bank Indonesia menyatakan, dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk membiayai kegiatan usaha yang produktif.

“Potensi dana zakat dan wakaf terbilang sangat besar. ini dapat disalurkan ke sektor usaha kecil dan menengah,” ungkapnya Agus ketika ada acara Annual Meeting Islamic Financial Services Board, Jakarta, Selasa (31/ 3/ 2015)

Lebih lanjut ia memaparkan bahwa, industri syariah menajadi salah satu instrumen yang penting untuk dapat mengatasi kemiskinan. Namun yang perlu disayangkan, industri ini masih terkendala oleh likuiditas yang rendah, sehingga tidak mampu untuk menjangkau nasabah yang lebih besar.

“Kami berharap, industri ini akan berlanjut dan berkembang meski ada gejolak penurunan harga minyak dan kurs rupiah yang terpuruk. Hal ini dapat dilihat dari pembelian sukuk global yang masih terbilang baik,” ungkap Agus.

Untuk saat ini terdapat dua lembaga yang mengelola zakat dan wakaf di Indonenesia, yaitu Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Pada tahun 2014 lalu, dana yang berhasil dihimpun oleh Baznas mencapai Rp 26 triliun, dan memiliki potensi untuk bertambah sebanyak Rp 5 Triliun pada tahun 2015 ini. “Potensi kami padahal mencapai Rp 217 triliun,” papar Didin Hafinudin selaku Ketua Umum dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Sementara itu, Badan Wakaf Indonesia (BWI) mempunyai keloalaan tanah wakaf seluas 4,2 miliar meter per segi. Sementara itu wakaf uang selama periode 2007 hingga 2014 mencapai Rp 4,1 miliar. “Dana ini apabila dapat dikelola dengan baik maka dampak kepada ekonominya sangatlah besar untuk negeri ini. Yang jelas dapat membantu masyarakat miskin dengan wakaf produktifnya,” tutur Maftuh Basyuni selaku Ketua Badan Pelakasana BWI (Badan Wakaf Indonesia).

[NurMungil/HD]

Tags:
author

Author: