Diundur, Tarif Dasar Listrik akan Tetap Naik Bulan Mei

Diundur, Tarif Dasar Listrik akan Tetap Naik Bulan Mei

HarianDepok.com – Berita – Nasional, Wacana Pemerintah untuk menerapkan tariff adjustment untuk dua golongan pelanggan listrik rumah tangga akan tetap dilakukan, meskipun kebijakan tersebut ditunda untuk diberlakukan mulai 1 April ini.

“Setahu saya penundaan ini hanya berjarak satu bulan hingga 30 April. Jadi mulai 1 Mei depan dua golongan tadi tidak lagi disubsidi seperti 10 golongan lain yang sudah menggunakan tariff adjustment,” ujar Bambang Dwiyanto, Manajer Senior Komunikasi Korporat PT PLN (Persero) di Jakarta.

Dengan pemberlakuan mekanisme tariff adjustment, artinya pelanggan listrik golongan R1 dengan kapasitas 1.300 volt ampere (VA) dan 2.200 VA sudah tidak lagi menerima subsidi listrik dari pemerintah. Seperti yang kita ketahui, saat ini tarif untuk golongan ini masing-masing sebesar Rp 1.352 per kilo watt hour (kWh).

Bambang menerangkan, ditundanya penerapan tariff adjustment atas wewenang pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Menurut informasi dari kementerian ESDM, penundaan tariff adjusment dilakukan karena kedua golongan pelanggan rumah tangga dinilai belum siap menghadapi naik turunnya penetapan tarif listrik.

“Soalnya pelanggan 1.300 VA itu kan golongan masyarakat yang berada di antara kelas menengah yang sedang meningkat. Maka dari itu perlu ada sosialisasi lagi dari PLN dan pemerintah agar tidak kaget,” ujar Bambang.

Bambang mengatakan, dalam penerapan tariff adjustment, tarif listrik akan ditentukan pada fluktuasi harga minyak Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP), dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) serta besaran inflasi bulanan. Dengan demikian, tarif listrik akan mengalami fluktuasi dengan adanya tiga kompenen pembentuk harga tadi yang dalam suatu waktu dapat berubah.

Menteri ESDM Sudirman Said sendiri rencananya juga akan merilis Peraturan Menteri terbaru mengenai penerapan tariff adjustment bagi dua golongan pelanggan listrik rumah tangga.

“Setahu saya Permen baru sudah diteken. Mungkin dalam waktu dekat akan diberitahukan dan dirilis karena ini akan menjadi revisi dari Permen kemarin,” tutur Bambang.

[NurMungil/HD}

Tags:
author

Author: