Honda Serahkan Pengembangan Mobil Sport kepada Teknisi Muda

Honda Serahkan Pengembangan Mobil Sport kepada Teknisi Muda

HarianDepok.com – Otomotif – Mobil , Untuk melihat kemampuan para pekerjanya, Honda memutuskan untuk memberikan kepercayaan sepenuhnya bagi para mekanik yang pengalamannya kurang dari lima tahun untuk mengembangkan mobil sport terbaru  mereka. Hal ini merupakan terobosan baru bagi Honda dan dinilai sangat baik karena para mekanik muda memiliki kreatifitas dan passion yang lebih kuat dibandingkan dengan mekanik yang usianya lebih tua serta untuk melatih kemampuan para mekanik muda.

Ryo Mukumoto yang baru berusia 26 tahun dipilih oleh perusahaan untuk menjabat sebagai kepala mekanik. Hal ini membuatnya mengukir sejarah sebagai pemimpin mekanik termuda di Honda yang pernah ada.

Dilansir dari laman Blomberg pada Selasa (31/3/2015), dengan jabatan ini, Mukumoto diberikan kesempatan untuk menerapkan ide-idenya dalam meneliti dan mengembangkan mobil sport. Dengan kesempatan ini, Mukumoto memanfaatkannya dengan maksimal, terbukti saat ini tim yang dipimpin Mukumoto telah menciptakan satu mobil roadster yang akan mulai dijual di Jepang bulan depan.

“Orang-orang dari generasi saya berpikir mobil hanyalah sebuah alat untuk transportasi,” kata Mukumoto yang saat bergabung baru berusia 19 tahun. “Mobil ini berbeda, kami membuatnya agar menjadi yang terdepan,” tambahnya.

Mobil hasil ciptaan Mukumoto dan timnya diberi nama S660 roadster. Mobil ini memiliki kapasitas mesin 660 cc dan dipasarkan sebagai bentuk pembuktian atas kepercayaan yang diberikan perusahaan kepada dirinya. Alasan lain juga dikarena banyaknya mobil Honda yang ditarik. Namun, banyak pihak menilai Honda juga terlalu memberikan tekanan berlebihan pada mekanik berbakat tersebut.

Namun, perusahaan sekelas Honda memiliki penilaian lain. Mereka yakin, dengan menempatkan Mukumoto sebagai kepala mekanik, Honda ingin membuktikan bahwa mereka sangat mendukung bakat muda. Hal ini juga diinspirasi dari pengalaman pendirinya, Soichiro Honda. Seperti yang telah kita ketahui, pendiri pabrikan otomotif ketiga terbesar di Jepang tersebut tidak memiliki riwayat pendidikan formal.

“Tidak seperti banyak perusahaan Jepang lainnya, usia dan pendidikan tidak berarti apa-apa di Honda,” kata Noboru Sato, seorang profesor Universitas Nagoya dan mantan eksekutif Honda. “Orang-orang yang berani menerima tantangan akan mendapatkan imbalan,” tambahnya.

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: