Twitter Sematkan Fitur Baru Quality Filter

Twitter Sematkan Fitur Baru Quality Filter

HarianDepok.com – Tekno , Kali ini sosial media yang biasa dikenal dengan twitter meluncurkan fitur terbarunya dengan nama quality filter yang berfungsi untuk mencegah adanya kicauan kasar bagi para penggunanya. Sebagaimana yang telah dilansir pada techcrunc  mengatakan bahwa untuk sementara fitur ini berlaku digunakan oleh para pemilik akun seperti kepala negara, politikus, selebriti dan juga seniman dan yang lainnya.

Adanya fitur ini sebagai tindak lanjut dick costolo, memo CEO Twitter dimana hal ini beredar pada kalangan perusahaan internal. Yang mana memo costolo menyatakan bahwa twitter adalah tempat “kejam” yang mana hal ini dikarenakan twitter sebagai salah satu sumber cyiber bullying.

Dalam memonya tersbeut dia mengatakana bahwa dengan twitter maka bisa berbuat lebih banyak, sehingga sangat dikawatirkan bisa menjadi pelecehan  rasis ataupun seks. Dan untuk itulah maka sebaiknya sejak dini hal tersebut harulah dihindari. Oleh sebab itulah maka sejak saat ini twitter menyematkan fitur barunya khusus bagi para pengguna yang telah terverifikasi.

Fitur ini memang masih dalam tahapan percobaan namun untuk kedepannya  twitter akan memprioritaskan agar pengguna twitter bisa memiliki fitur ini. Sehingga dengan demikian akan membuat para pengguna twitter semakin nyaman dan aman. Fitur baru ini memang dirasa sangat efektif untuk digunakan, untuk itulah maka bisa dikatakan bahwa fitur ini merupakan suatu perlindungan bagi pemilik akun.

Tidak disadari bahwa akhir- akhir ini pihak twitter mulai melangkah lebih aktif dalam menindaklanjuti perlakuan bullying. Sementara pada tahun 2014 akhir, twiiter juga berhasil mendapatkan dukungan dari WAM, action, women dan juga pembela hak wanita. Dari keejasamanya ini maka dilakukanlah penelitian dengan menyediakan formulir yang berbentuk online bagi para wanita yang suak dibullying dalam hal seksual ataupun yang lainnya.

Dari penelitaian ini maka  ditemukan sebanyak 40% dari pengguna twitter pernah mengalami pelecehan secara online. Dan dari 38% responden wanita juga mengaku dia pernah menjadi korban pengintaian. Untuk 26% diantaranya merupakan wanita yang berumur 18 hingga 24 tahun.

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: