BI Memperkirakan Inflasi Bulan Ini 0,27 persen – 0,3 persen

BI Memperkirakan Inflasi Bulan Ini 0,27 persen – 0,3 persen

HarianDepok.com- Bisnis – Bank Indonesia (BI) memprediksikan inflasi yang terjadi pada bulan ini akan mencapai 0,27 – 0,3 persen pada bulan Maret 2015. Angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama dalam 7 tahun terakhir ini yakni sekitar 0,21 persen.

Inflasi pada bulan ini terjadi setelah dua bulan sebelumnya mengalami deflasi. BI memaparkan salah satu dari penyebab inflasi adalah dampak dari melemahnya rupiah kepda dolar Amerika Serikat (AS).

“Secara garis besar, tentu ada imbas dari nilai tukar rupiah. Akan tetapi kalau yang ada sekarang ini, sebenarnya apabila dibandingkan dengan minggu lalu sudah ada perbaiakan. Oleh karena itu dampaknya tidak terlalu terasa,” ungkap Agus Martowardojo selaku Gubernur Bank Indonesia (BI).

Lebih lanjut Agus menjelaskan, inflasi yang terjadi pada bulan ini diakibatkan karena adanya naiknua harga beras, bawang, serta bahan bakar minyak (bensin). Sementara untuk harga daging dan telur ayam justru turun.

Kendati demikian, ia mengakui jika kenaikan harga didorong oleh pelemahan rupiah. Akan tetapi pengaruhnya tidak terlalu siginifikan. Hal ini terbukti dengan adanya deflasi yang terjadi pada dua bulan sebelumnya,hingga saat ini rupiah masih menunjukan tren melemah.

Rupiah mulai memperlihatkan penguatan pada pertengahan bulan ini. Ini terjadi setelah rapat FOMC (Federal Open Meeting Commite) yang memperlihatkan akan ditundanya kenaikan suku bunga AS oleh bank sentralnya yaitu The Fed.

Ia menyebutkan masih ada rupiah untuk kembali terpuruk hingga pertengahan kuartal III di tahun ini. Pasalnya, pada periode tersebut ada kebutuhan Dolar AS yang sangat tinggi, untuk repatriasi keungan, serta membayar utang dan bunga.

Selain adanya potensi pelemahan rupiah, ada kemungkinan inflasi juga akan merangkak naik akibat harga minyak. Selain itu, serangan Arab Saudi dan sekutunya ke pemberontak Yaman, dikhawatirkan akan mengganggu pasokan minyak yang ada di Timur Tengah. Diperkirakan harga minyak mentah dunia mampu naik sebesar 6 persen.

[NurMungil/HD]

Tags:
author

Author: