Batu Mustika Mani Gajah Seharga Rp 22,2 Miliar Ditemukan Polisi Aceh

Batu Mustika Mani Gajah Seharga Rp 22,2 Miliar Ditemukan Polisi Aceh

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Berawal dari mimpi, Brigadir Kepala (Bripka) Safrizal yang merupakan salah seorang anggota Polisi Air Kepolisian Daerah Aceh berhasil menemukan batu Mustika Mani Gajah. Setelah dua kali mimpi yang sama, secara setengah ia menghampiri lokasi yang di mimpikan-nya. ketika tiba di lokasi, Bripka Safrizal mengambil kayu sepanjang dua meter dan mengorek-ngorek lokasi seperti yang ditunjuk kan dalam mimpinya sedalam 10 sentimeter. Lalu dia menemukan kantong plastik yang berisi sebuah batu. Batu fosil Mustika Mani Gajah itu ditemukan sekitar tiga pekan lalu di Kampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.

Usai ditimbang di toko emas, batu fosil itu memiliki berat 22,2 gram batu tersebut berwarna putih kristal dan dibandrol dengan harga Rp22,2 miliar. Usai  sepekan menemukan fosil Mustika Mani Gajah itu, Bripka Safrizal mengaku bermimpi ketemu dengan Bapak Presiden Jokowi serta bahunya ditepuk dan mengucapkan selamat kepadanya. Awalnya, Bripka Safrizal tidak tahu sama sekali batu itu mempunyai harga yang fantastis. Karena ia menyukai batu itu, lalu ia menggantungkannya di leher. Setelah itu batu Mustika Mani Gajah yang ia temukan menarik perhatian sejumlah kolektor batu. Ada seorang pengusaha showroom mobil di Banda Aceh sempat menawar batu itu sebesar Rp 5 miliar dan ditambah satu unit rumah seharga Rp 1 miliar.

Dan ada lagi seorang sipil yang bekerja di Kodam Iskandar Muda yang menginginkan mustika tersebut dengan harga Rp 2,5 miliar ditambah satu unit mobil Toyota Rush. “Belum saya lepaskan, saya tetap bertahan dengan harga Rp 1 miliar per gram, jadi totalnya Rp22,2 miliar,” terangnya. Jika nantinya mustika Mani Gajah itu laku terjual dengan harga Rp22,2 miliar, Bripka Safrizal bernazar akan memberikan Rp 3 miliar untuk membangun rumah panti suhan anak yatim. Panti asuhan untuk anak yatim itu rencananya akan dibangun di lokasi tempat ditemukannya batu berharga itu yakni di Kampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.

Jika tidak ada lahan, ia akan mencari lahan lain untuk membangun panti asuhan tersebut. Dirinya berjanji sebelum peletakan batu pertama pembangunan panti asuhan nanti, sepersen pun ia tidak memakai uang hasil penjualan batu mustika itu. Barang berharga tersebut saat ini disimpan di safety box di bank BCA Banda Aceh. Dan siapa pun nanti yang akan membeli, ia menyebutkan akan melakukan transaksi di bank tersebut.

[ TaufikHidayat/HD ]

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok