Belasan Aliran Sungai Kota Depok Tercemar Akibat Banyaknya Warga BAB Sembarangan

Belasan Aliran Sungai Kota Depok Tercemar Akibat Banyaknya Warga BAB Sembarangan

HarianDepok.com – Berita , Saat ini, kondisi lingkungan dan sungai sungai yang terdapat di kota Depok sangatlah memprihatinkan keadaannya. Mulai dari sungai sungai yang tercemar oleh limbah industri hingga pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh pembuangan sisa sisa dari masyarakat sekitar.

Diketahui, dikota Depok sendiri ada 26 situ dan  17 sungai serta ratusan kolam kolam yang sudah tercemar oleh limbah, sehingga warnanya menjadi kehitaman dan mengeluarkan bau yang tak sedap. Hal itu diakibatkan oleh banyaknya masyarakat yang buang air besar sembarangan tanpa memikirkan kondisi sungai tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Liez Karnawati mengatakan, banyaknya sungai sungai, situ dan kolam yang tercemar di lota Depok disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan untuk kesehatan dan keindahan. “Dari temuan Dinas Kesehatan Kota Depok pada 2015, ada 55 ribu masyarakat BAB di sungai, situ, dan kolam,” kata Liez di Depok, Rabu (25/3/2015).

Menurutnya, banyaknya masyarakat yang membuang limbah domestik ke aliran sungai akibat dari tidak tersedianya sarana septictank  . Hal itu berdampak kepada tercemarnya aliran aliran sungai. Tak hanya itu saja, dirinya juga mengatakan penyebab lain dari tercemarnya aliran aliran sungai tersebut yaitu, banyaknya masyarakat yang masih tinggal di tepi sungai.

Beberapa sungai sungai yang tercemar limbah domestik diantaranya yaitu, Kali Baru I Kelurahan Cilangkap, Kali Baru II Kelurahan Jati Jajar, dan Kali Baru III Kelurahan Cisalak, Sukma Jaya. Dan disepanjang tepi tepi sungai tersebut, masih terdapat ribuan bangunan liar yang masih berdiri.

Liez mengungkapkan, bahwa hingga kini, masih ada masyarakat yang membuang limbah domestik di aliran aliran sungai, dikarenakan septictank mereka mampet dan sudah lama tidak dikeruk. Hal itu disebabkan karena pada septictank septictank tersebut, sudah lama tidak pernah disedot.

Untuk menanggulangi permasalahan pencemaran yang terjadi di aliran sungai kpta Depok, Liez akan melakukan koordinasi dengan Dinas Tata Ruang dan Pemukiman untuk dapat membangun sarana septictank untuk dipakai bersama sama.

Liez juga mengatakan, pencemaran aliran aliran sungai di kota Depok terjadi paling banyak di daerah pinggiran kota diantaranya, Bojongsari, Sawangan, Tapos yang berbatasan dengan Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Depok Yulistiani Mochtar Sryamto mengatakan bahwa, pihaknya dalam waktu dekat ini, akan membongkar bangunan bangunan liar yang berdiri di bantaran Kali Baru I, hingga III di jalan raya Bogor. Pihaknya akan bersinergi dengan Satpol PP kota Depok untuk menormalisasi jalur jalur hijau di kota Depok.

Pembongkaran bangunan bangunan liar tersebut, selain untuk menegakkan peraturan daerah tentang penggunaan jalur hijau, pembongkaran tersebut juga untuk meminimalisasi makin banyaknya pencemaran sungai sungai.(Izl)

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)