Waspadalah Terhadap Penggunaan Antibiotik Terhadap Hewan Ternak

Waspadalah Terhadap Penggunaan Antibiotik Terhadap Hewan Ternak

HarianDepok.com – Kesehatan , Saat ini mengalami perkembangan dan permintaan pesat terhadap daging, tidak hanya di beberapa negara saja namun seluruh dunia. Sementara itu terjadinya peningkatan ini harus diwaspadai efek yang terjadi. Karena hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar antibiotik yang ada pada daging babi, sapi maupun unggas sangatlah tinggi pernyataan ini dilansir pada jurnal proceedings of the national academy of sciences. Terlebih untuk negara cina yang merupakan negara paling banyak mengkonsumsi daging babi, untuk daging babi ini lebih banyak menggunakan antibiotik daripada daging sapi, dan selanjutnya penggunaan antibiotik ini juga banyak digunakan untuk unggas.

Penggunaan antibiotik terhadap daging babi, unggas maupun daging sapi bertujuan untuk membuat hewan tersebut bisa gemuk dengan waktu yang cukup singkat dan yang kedua bertujuan untuk melindungi hewan dari penyakit. Untuk itulah ketika hewan- hewan ini berada pada lingkungan yang penuh dengan kotoran maupun kuman akan tetap bisa sehat.

Pada tahun 2010 yang lalu penggunaan antibiotik oleh petani mencapai 63,000 ton yang digunakan untuk hewan ternak. Untuk itulah maka diperkirakan pada tahun 2030 antibiotik ini bisa mencapai 105.000 ton. Sebagaimana yang diterangkan pada huffingtonpost.com oleh thomas van boeckel  di hari senin kemaren (23/03/2015) menyatakan bahwa saat ini semakin banyak orang yang bertambah kaya sehingga tingkat permintaan daging menjadi meningkat.

Antibiotik memang bagus untuk kesehatan hewan, namun untuk kesehatan manusia jika terlalu banyak mengkonsumsi akan berakibat fatal. Resiko yang mungkin terjadi adalah superbugs, yang mana tubuh manusia akan kebal antibiotik. Yang nantinya berakibat pada tingkat kematian yang semakin meningkat jika hal ini tidak ada penanganan. Bahkan prediksi dilakukan, akan mampu membunuh sebanyak 10 juta orang ditahun 2050 nanti.

Adanya penelitian ini maka saat ini banyak perusahaan yang menghentikan penggunaan dari antibiotik. Hal ini dilakukan untuk menghindari tingkat resiko kematian. Karena terlalu banyaknya mengkonsumsi antibiotik maka kekebalan tubuh akan rusak.

[EniGayoe/HD]

Tags:
author

Author: 

Penulis Konten - Author Di Harian Depok