Agar Mudah Perpanjang SIM, Sistem SIM Online Terintegrasi Akan Segera Dilaunching

Agar Mudah Perpanjang SIM, Sistem SIM Online Terintegrasi Akan Segera Dilaunching

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Korps Lalu Lintas Mabes Polri menerima hibahan sistem aplikasi SIM online terintegrasi dan terpusat (Integrated Centralized Online) dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jakarta, Senin (23/03/2015) Penyerahan hibah itu dilaksanakan lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Irjen Pol Condro Kirono Kakorlantas di dampingi oleh Asmawi Sjam Dirut PT Bank BRI Tbk. Mulai tahun ini SIM Polri akan diproses oleh suatu sistem aplikasi yaitu Integrated Centralized Online (ICO). Seperti yang dikatakan Condro, hasil workshop tersebut sudah diujicobakan di sejumlah sarana dan prasarana (sarpras) Polri.

“sudah  kami ujicobakan di sarpras (sarana dan prasarana) Polda Metro Jaya, Depok, Tangerang dan Bekasi,” ucap Condro. Ia melanjutkan, pada awal April hingga akhir Juni 2015 akan digelar proses migrasi data. Ia merincikan bahwa migrasi data akan dilaksanakan di 47 sarpras di 32 Polda yang berada di 34 provinsi di Indonesia.”Nanti pada awal Juli mendatang, rencananya (sistem SIM online terintegrasi) baru akan di-launching. Semoga bisa diresmikan oleh Pak Presiden Joko Widodo,” ucapnya. Sistem ICO ini diberlakukan agar memudahkan para pemilik SIM dalam memperpanjang masa berlaku SIM.

“Dengan pemakian sistem ini, pemilik SIM tidak perlu kembali ke daerah asal untuk memperpanjang SIM-nya, karena pengurusan SIM bisa dilakukan sarpras-sarpras di mana pun,” jelasnya.  Sistem ini juga bisa digunakan untuk pembuatan SIM baru. Sedangkan menurut Dirut BRI, Asmawi Sjam menjelaskan, ICO ini akan mengintegrasikan data-data dari dua institusi yakni Mabes Polri (berupa data SIM Polri) dan Kementerian Dalam Negeri (berupa data e-KTP).

“mulai saat ini perangkat-perangkat seperti UPS, server serta sejumlah perangkat lain di Mabes Polri datanya akan disatukan supaya bisa tersentralisasi. Nantinya data tersebut akan diintegrasikan dengan data e-KTP yang ada di Depdagri. Sehingga nantinya akan terintegrasi dalam satu sistem,” terangnya. Menurut dia, sistem tersebut akan mampu mendeteksi bila ada pemohon SIM yang mempunyai SIM ataupun KTP ganda. “Dengan integrasi SIM dan e-KTP, pemohon bisa dipastikan pemilik KTP asli karena integrasi datanya terkoneksi,” ucapnya.

[ TaufikHidayat/HD ]

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok