Tanah Terlantar Dimanfaatkan Pemerintah Untuk Bangun Sejuta Rumah

Tanah Terlantar Dimanfaatkan Pemerintah Untuk Bangun Sejuta Rumah

HarianDepok.com- Properti – PUPR (Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) serius dalam melaksanakan percepatan Program Nasional Pembangunan Sejuta Rumah. Kementerian sendiri tengah mendata tanah- tanah terlantar yang dimiliki oleh PUPR untuk mewujudkan program tersebut.

Basuki Hadimuljono selaku Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengatakan, selain dari pemerintah, tanah yang dimiliki oleh BUMN (Badan Usaha Milik Negara) juga dapat menjadi pilihan untuk membangun proyek satu juta rumah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Akan tetapi, sebelum hal tersebut terlaksana, terlebih dahulu kita harus menunggu Peraturan Pemerintah No 15 Tahun 2004 mengenai perum perumnas. Peraturan tersebut tersebut direvisi guna memperbaiki peran perum perumnas, salah satunya adalah sebagai pemilik bank tanah serta pengelola perumahan rakyat.

“Saya tengah menunggu PP- nya Perum Perumnas untuk dilegalkan. Tugas- tugas perumahan untuk masyarakat yang memiliki penghasilan rendah tersebut disana,” ungkap Basuki, Kalimantan Barat, Sabtu, (21/ 3/ 2015).

Lebih lanjut Basuki memaparkan, sinergi antara PUPR dan BUMN untuk mengumpulkan tanah- tanah terlantar adalah sebuah rencana yang baik. kendati demikian, apabila PP su[dah ada dan jelasn, maka peran dari Perum Perumnas sebagai pemilik bank tanah, dapat lebih tepat sasaran lagi.

Ia juga menuturkan, seluruh tanah yang dimiliki BUMN tidak dapat dipakai perumahan, akan tetapi juga perlu untuk komersial. Semisal, Balai Pustaka yang ada di Rawa Panjang, Kota Bekasi. Tanah tersebut  dimiliki oleh Wika Property, yang membangun apartemen spesial.

Hingga kini, pemerintah tengah mengumpulkan dan menghitung tanah- tanah terlantar yang dapat digunakan untuk perumah rakayat. “Luas lahanya kini sedang diidentifikasikan oleh Barang Milik Nrgaranya (BMN) PUPR. BMN yang memiliki IKMN (Inventarisasi Kekayaan Milik Negara) dapat dikoordinasikan pada dirjen penyediaan rumah,” tutur Basuki.

Sedangkan tanah terlantar yang sudah ada dan siap untuk dibangun perumahan rakyat yakni di Surabaya, Jawa Timur, luas lahanya sendiri mencapai 11 hetar. Selain Surabaya tanah lain yang siap untuk dibangun adalah Rawa Semut, Bekasi dengan luas 2 hektar.

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)