Menteri Desa Ingin Daerah Yang Tertinggal Mendapatkan Berkah Dari Keterpurukan Rupiah

Menteri Desa Ingin Daerah Yang Tertinggal Mendapatkan Berkah Dari Keterpurukan Rupiah

HarianDepok.com- Bisnis – Melemahnya nilai tukar rupiah kepada dolar Amerika Serikat (AS) ternyata memberikan berkah tersendiri bagi produk- produk ekspor yang tinggi konten lokalnya, oleh karena itu harganya juga menjadi lebih kompetitif di pasar ekspor. Marwan Jafat selaku Menteri Desa, Pembangunan serta transmigrasi menginginkan berkah tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di daerah tertinggal.

“Banyak produk dari daerah tertinggal yang mampu menembus pasar international, seperti halnya rumput laut, produk kerajinan rakyat seperti aksesoris, makanan ringan, bordir, produk kulit, batik, kaligrafi dan ukiran. Kesemuanya merupakan hasil tangan- tangan kreatif masyarakat lokal dan berbahan baku lokal juga”, Ungkap Marwan, Sabtu (21/ 3/ 2015).

Ia menyakini kualitas produk masyarakat yang ada di daerah tertinggal memenuhi standart untuk dijadikan komoditas produk ekspor, terlebih untuk harganya juga terbilang sangat kompetitif.

“Keunggulan lainya diantaranya adalah produk kerajinan daerah tertinggal yang tercipta dari kreatifitas lokal. Oleh karena itu, terdapat muatan corak budaya atau citarasa khas daerah tempat pembuatanya yang menjadikan semakin unik dan menarik di mata para konsumen”, Tutur Marwan.

Lebih lanjut ia memaparkan, produk kreatif daerah tertinggal cukup merketable untuk ditawarkan dipasar global. Hal tersebut juga didukung oleh trend prilaku masayarakat global yang mulai suka terhadap produk ekonomi kreatif, sejalan dengan prilaku masyarakat yang memasukan unsur budaya dan keunikan serta kreatifitas yang tinggi.

Akan tetapi tokoh senior dari PKB tersebut mengakui kendala dari produk daerah tertinggal adalah lemahnya ekses terhadap pasar ekspor. “Kebanyakan eksportir kita belum mampu memperoleh informasi utuh mengenai keunggulan dari produk kreatif yang ada di daerah tertinggal, sehingga jarang yang memiliki minat guna dijadikan komoditas ekspor”, tuturnya.

Oleh karena itu pihaknya akan mengajak para kalangan eksportir serta pengusaha nasional untuk lebih mengenal produk kreatif yang dihasilkan dai daerah tertinggal. Apabila dipandang memiliki sifat markentable, sudah dapat dipastikan mereka tertarik untuk menanamkan investasinya guna mengembangkan produk kreatif daerah tertinggal sebagai komoditas ekspor.

[EniGayoe/HD]

Tags:
author

Author: 

Penulis Konten - Author Di Harian Depok