Warga Blokade Tol, Kepala Reserse kota Depok Tertahan Berjam Jam

Warga Blokade Tol, Kepala Reserse kota Depok Tertahan Berjam Jam

Foto : Twitter @TMCPoldaMetro

HarianDepok.com – Berita – Jagorawi , Aksi protes ratusan warga yang ditujukan kepada pihak Jasa Marga dengan cara memblokade jalan tol Jagorawi kilometer 21 pada Sabtu (21/03/2015), membuat lumpuhnya jalur menuju ke arah Bogor dan sebaliknya yang mengakibatkan seluruh kendaraan yang melintasi jalur tersebut tertahan hingga berjam jam lamanya.

Diketahui, aksi protes yang dilakukan oleh warga di jalan tol Jagorawi menuntut pihak Jasa Marga untuk dapat segera membangun sarana jembatan penyebrangan pada ruas jalan tol yang pada waktu lalu telah disetujui oleh pihak Jasa Marga.

Aksi protes yang dilakukan oleh warga tersebut, selain menimbulkan kemacetan yang panjang, aksi protes tersebut juga menimbulkan geramnya para pengendara kendaraan yang melintasi jalur tersebut. Pasalnya, aksi protes dengan melakukan blokade jalan tersebut dianggap sangatlah merugikan banyak pihak dan tidak berlandaskan dengan aturan hukum di Indonesia.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Kota Depok, Komisaris Polisi Agus Salim, salah satu pengendara yang dibuat jengkel dengan adanya aksi tersebut mengaku kesal dengan cara warga yang memblokade jalan tol tersebut.

Dikatakannya kepada rekan media bahwa, aksi tersebut sangatlah merugikan banyak pihak. “apa yang terjadi kalau ada ambulance yang membawa orang sakit  dan harus segera mendapatkan pertolongan, terus kan banyak juga orang yang mempunyai kepentingan.  Saya saja tertahan selama empat jam disini “, ujarnya dengan nada kesal.

Pada saat dilokasi, dirinya sempat mengajak para pengguna kendaraan untuk mau turun dari kendaraannya dengan maksud mencoba meminta pengertian dai para demonstran untuk dapat mau membuka blokade jalan tol tersebut. Hal itu dilakukan Agus, karena dirinya sudah tidak tahan lagi dengan aksi yang dilakukan oleh warga tersebut.

Menurut informasi yang didapat, bahwa aksi pemblokiran jalan tol yang dilakukan oleh warga tersebut akibat dari belum adanya progres pengerjaan sarana jembatan penyebrangan yang pada waktu itu telah disetujui oleh pihak Jasa Marga.

Dilain pihak, Jasa Marga mengatakan bahwa sebetulnya untuk pembangunan jembatan penyebrangan akan dilakukannya pada bulan April 2015 mendatang, namun belum lewat dari tanggal rencana pembangunan tersebhr, warga sudah melakukan unjuk rasa dan memblokir jalan tol sehingga mengakibatkan kerugian kepada para pengguna jalan tol.(Izl)

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: