Idris Sardi: Kalian Lebih Mulia Dari Saya

HarianDepok.com – Selebriti – Biola telah mengantarkan almarhum Idris Sardi sebagai seorang prajurit TNI. Dia diberi kepercayaan melatih musik para prajurit, dan mensupervisi musik di lingkungan TNI Angkatan Darat (AD). Kepercayaan itu sebagai sebuah panggilan tugas, yang memberinya kesempatan untuk mengabdi pada Merah Putih.

Pengabdian itu dijalankan bukan asal-asalan, kendati tanpa bayaran. Nama besarnya dipertaruhkan saat kepercayaan disandang, apalagi TNI memberinya modal kepangkatan Letnan Kolonel Corp Ajudan Jenderal Tituler (Letkol CAJ. Tit).

Idris meninggalkan karirnya di dunia musik. Konser-konser dihentikan, bahkan undangan konser internasional ditanggalkan. Namanya ‘tenggelam’ diisi tugas baru, memulai kerja dengan mencari bibit-bibit pemain di Satuan Musik Militer (Satsikmil).

Seperti awal dugaanIdris tidak menemukan bibit yang istimewa di Satsikmil untuk membentuk kelompok orkestra yang diharapkan. Dari pengamatannya justru kesatuan musik adalah tempat ‘pembuangan’ para prajurit. Tentara yang yang masuk Satsikmil biasanya mutasi dari kesatuan lain. Namun Idris harus menyemangati mereka untuk tetap bangga dalam tugas.

“Kalian harus bangga. Kalian lebih mulia dari Idris Sardi ataupun musisi besar lainnya. Kalian punya kesempatan memainkan lagu kebangsaan di depan Presiden dan semua hadirin. Saya kapan bisa main Indonesia Raya? Semua orang berdiri. Kalian lebih mulia dari saya,” kata Idris Sardi seperti ditulis dalam buku Idris Sardi, Perjalanan Maestro Biola Indonesia karya Fadli Zon.

Untunglah Idris sudah terbiasa bekerja keras dan disiplin. Sejak anak-anak, hidupnya sudah terbiasa dalam kondisi serba terbatas, apalagi setelah ayahnya Mas Sardi meninggal dunia. Dia menjadi tulang punggung keluarga. Kondisi serba terbatas justru menjadi senjatanya untuk maju.

“Saya manfaatkan sebaik-baiknya, karena latihan musik yang benar itu membutuhkan rasa bangga. Dengan memberi motivasi – yang memang telah saya miliki dengan melintasi suka dan duka dalam kehidupan bermusik – ternyata sangat membantu,” katanya.

Idris memang jago memberikan motivasi. Dia selalu mengajak prajurit-prajuritnya untuk menyatukan rasa. Memahami setiap musik yang dimainkan. Dia mengulas setiap permainan, memberikan wawasan tentang musik militer di negara-negara lain.

Idris sedikit pun tidak kesulitan menyesuaikan kehidupan militer, bahkan urusan disiplin jam kantor dia lebih jago. Selama tiga tahun ditugaskan di Pusdik Lembang, dia menerapkan disiplin tinggi, meski memilih tetap pulang-pergi dari rumahnya di Jakarta. Dia biasa berangkat pukul 04.30 WIB dan pulang pukul 19.00 WIB dengan mobil dinasnya, Sedan Hyundai Elantra. Karena memang pengabdian lebih mulia dari sekadar gaya hidupnya.

[ADM/HD

(Sumber :Kapanlagi.com)

Tags:
author

Author: 

Publisher & Content Writer