Golongan Ultra-kaya Melonjak Tak Membuat Properti Domestik Melejit

Golongan Ultra-kaya Melonjak Tak Membuat Properti Domestik Melejit

HarianDepok.com – Properti , Meski kalangan ultrakaya Indonesia dengan jumlah aset mencapai diatas 30 juta dolar Amerika Serikat (AS) diproyeksikan akan melonjak 138,9 persen di tahun 2024 nanti menjadi 2.002 orang. Ternyata hal tersebut tidak berpengaruh besar terhadap sektor properti domestik, terlebih untuk properti hunian mewah yang ada di Jakarta.

Bahkan dalam skala indeks hunian resisdensi mewah atau PIRI (Prime International Residential Index) keluaran Knight Frank, Jakarta malah terjadi kemrosotan yang cukup signifikan. Apabila pada tahun 2012 dan 2013 Jakarta menjadi pimpinan PIRI dengan pertumbuhan properti mewahnya sebesar 30 persen serta 27,1 persen, pada tahun 2014 Jakarta harus rela menduduki peringkat 12 dengan pertumbuhanya hanya sekitar 11,2 persen dengan harga rata- ratanya mencapain Rp 50 juta/meter perseginya.

Merosotnya pertumbuhan properti mewah di kawasan Jakarta tersebut menjadi bukti bahwa pertumbuhan golongan super kaya tidak selalu lurus dengan pertumbuhan pasar properti. Mereka membelanjakan budgetnya untuk pasar- pasar properti mancanegara seperti di Singapura, Amerika Serikat, Inggris, atau Australia. Motivasi mereka untuk membeli properti selain untuk investasi namun juga untuk mendukung kepentingan anak- anak mereka ketika melakukan studi di luar negeri.

Menurunya peringkat Jakarta tersebut juga dapat dijadikan sebagai indikator mulai melemahnya pasar properti di tanah air. akan tetapi ibu kota tak sendiri, beberapa kota beasr yang ada di Asia lainya juga mengalami hal yang serupa sepanjang tahun 2014 kemarin. Guangzho dan Beijing merupakan kota yang sebelumnya masuk kedalam daftar 10 teratas  PIRI yang mengalami kemrosotan dan menempati peringkat tengah, bahkan Singapura juga terpuruk dan hampir menempati posisi yang paling bawah.

Kendati demikian, menurut Hasan Pamudi selaku Associate Director Knight Frank Indonesia, Jakarta serta Indonesia masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki pertumbuhanya pada beberapa tahun menkdatang.

“stabilitas politik, urbanisasi, kondisi demografi dengan adanya lonjakan kelas menengah yang memiliki daya beli tinggi, serta percepatan pembangunan infrastruktur akan memberikan dorongan untuk tumbuh kembali”, ungkapnya, Rabu (18/ 3/ 2015).

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: