Trimoelja Soerjadi, Saya Menyesal Pilih Jokowi

Trimoelja Soerjadi, Advokat Senior, Pengacara Trimoelja Soerjadi

HarianDepok.com – Berita – Nasional, Advokat senior Trimoelja Soerjadi mengakui dirinya menyesal telah memilih Joko Widodo sebagai presiden pada pilpres lalu. Pengacara Nasional yang dikenal progresif itu menyalahkan Jokowi atas kisruh yang terjadi di antara KPK dan Polri sehingga pemberantasan korupsi menjadi terhambat.

Menurut Trimoelja, Komjen Pol Budi Gunawan atau BG, seharusnya tidak dicalonkan sebagai salah satu calon menteri karena sebelumnya BG telah mendapat tanda ‘merah’ oleh KPK.

“Lah, kok diusulkan ke DPR, calon tunggal lagi,” ujar Trimoelja, dijumpai selepas mengisi seminar menyoal pemberantasan korupsi di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Kamis (19/3/2015).

Keidaktegasan Presiden sampai hari ini, menurut Trimoleja, membuat Polri menjadi leluasa melakukan kriminalisasi terhadap pimpinan dan personel-personel KPK dan itu jelas membuat wibawa KPK menjadi turun sebagai lembaga yang ditunjuk sebagai ujung tombak pemberantasan korupsi di tanah air.

“Dalam tempo 10 hari setelah BG ditetapkan sebagai tersangka, semua komisioner KPK jadi terlapor. Belum lagi mereka yang membela KPK, Deni Indrayana, bahkan Majalah Tempo,” ujar Trimoelja.

Dalih Polri hanya menindaklanjuti laporan masyarakat, menurut Trimoelja itu adalah aneh dan mengada-ada. Sebab, untuk kasus-kasus lain yang tidak mewakili kepentingan Polri, penanganan kasus bisa bertele-tele, bahkan tak jarang terhenti di tengah jalan dan dibiarkan hingga kasusnya tertutup oleh kasus lain.

Advokat  asal Surabaya itu menegaskan, KPK merupakan amanat reformasi yang harus dijaga. Menurutnya, selama ini, KPK telah menunjukan profesionalitas dan integritasnya di dalam bekerja dengan memberantas tindak korupsi di tubuh pemerintahan.

“KPK kita lihat tidak pandang bulu, anggota partai manapun dia tangkap, PDI-P, PKS, dan lain-lain. Bahkan kader-kader Demokrat, ketika SBY menjadi presiden,” ujar dia.

Selain itu, Trimoelja juga menyesalkan sikap KPK yang melimpahkan kasus Budi Gunawan ke Kejaksaan. Menurutnya, hal itu adalah bentuk pengakuan kalau KPK telah kalah. Ia berharap, KPK kembali mengambil alih kembali kasus tersebut dan mengajukan Peninjauan Kembali atau PK atas keputusan sidang Praperadilan Budi Gunawan.

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: