Fakta Seputar Gerhana Matahari 2015

Fakta Seputar Gerhana Matahari 2015

HarianDepok.com – Berita – Internasional, Gerhana matahari terjadi pada hari Jumat (20/03/2015), kondisi ini digambarkan sebagai akhir zaman atau kiamat oleh sebagian orang yang mempercayai ramalan-ramalan kuno.

Secara ilmiah, gerhana matahari terjadi saat bulan bergerak langsung antara matahari dan bumi dan dampaknya hanya mempengaruhi sejumlah tempat di bumi.

Aviva Yamani, dari media astronomi Langit selatan menjelaskan tentang tiga fakta menarik tentang gerhana matarahi.

Aviva mengatakan bahwa gerhana matahari sebetulnya sama seperti gerhana bulan, dan fenomena ini terjadi tiap tahun.

“Tetapi yang membuat gerhana matahari spesial karena melintas di area yang sempit. Berbeda dengan gerhana bulan cakupan wilayahnya lebih luas, jadi orang lebih punya kesempatan untuk melihatnya dibandingkan gerhana matahari total. Tidak setiap saat sebuah negara bisa menyaksikan gerhana matahari dalam satu tahun,” katanya.

“Yang menarik juga adalah sensasi ketika kita melihat matahari tertutup bulan. Biasanya terjadi pagi atau siang, sehingga kita bisa merasakan perubahan dari terang tiba-tiba gelap total. Kemudian ada penurunan temperatur, hewan-hewan malam mulai bersuara.”

Gerhana matahari total yang terjadi pada jum’at 20 maret 2015 ini sendiri tidak dapat terlihat di Indonesia. Gerhana matahari total hanya akan terlihat di Atlantik Utara dan Samudra Arktik, Greenland, Irlandia, Inggris, Islandia, Kepulauan Faroe dan Norwegia utara.

Karena fenomena gerhana matahari ini terjadi tiap tahun, maka untuk wilayah Indonesia akan dapat melihat gerhana Matahari total yang diprediksi akan terjadi pada Maret 2016.

Menurut laman gerhana.info, Anda dapat menyaksikan gerhana matahari secara langsung pada 9 Maret 2016 mendatang di sejumlah daerah seperti Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah dan berakhir di Maluku Utara. Hal ini akan menjadi peristiwa langka karena gerhana matahari total sebelumnya yang dapat terlihat di Indonesia terjadi pada tahun 1995 atau lebih dari 20 tahun lalu. Namun, bila gerhana matahari total tahun 2016 tidak dapat Anda lihat, maka Anda harus menunggu hingga tahun 2023.

Fenomena gerhana matahari total juga mendapatkan perhatian khusus dari para ahli dari the College of Optometrists, Inggris yang mengatakan bahayanya terhadap mata manusia apabila orang melihat langsung ke matahari, terlebih dengan gaya hidup ‘selfie’ yang saat ini merebak di kalangan masyarakat. Para pakar menyatakan bahaya menggunakan smartphone atau ber-selfie pada saat gerhana matahari total karena dapat menyebabkan kebutaan.

[EniGayoe/HD]

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

Penulis Konten - Author Di Harian Depok