Tim Penyidik Polresta Depok Ditolak Oleh Pihak Universitas Indonesia

Tim Penyidik Polresta Depok Ditolak Oleh Pihak Universitas Indonesia

Foto : Liputan6.com

HarianDepok.com – Berita – Beji , Ledakan yang terjadi di Universitas Indonesia tepatnya di Laboratorium Kimia Kualitatif Fakultas Farmasi  Depok pada beberapa waktu lalu, meski tidak memakan korban jiwa, namun kejadian tersebut membuat belasan mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI) yang sedang menjalani praktek, mengalami luka luka yang cukup serius.

Polresta Depok, selaku penegak hukum di wilayah kota Depok ketika mengetahui hal tersebut, langsung menindak lanjutinya dengan menerjunkan tim penyidik ke Laboratorium Kimia Kualitatif pasca ledakan labu destilasi tersebut. Namun Hal itu mendapat penolakan dari pihak Universitas Indonesia yang tidak memberikan izinnya untuk dilakukan penyidikan mengenai kejadian tersebut.

Kabid Humas Polresta Depok, Ipda Bagus Suwardi mengaku kecewa dengan keputusan pihak UI yang tidak memberikan izin kepada pihaknya untuk melakukan penyelidikan mengenai kejadian tersebut. Hal tersebut, seolah olah menyudutkan kepolisian kota Depok dalam melihat dan mengetahui kronologis ledakan yang terjadi sehingga sempat melukai belasan mahasiswa UI.

Keputusan yang diberikan oleh pihak kampus UI untuk tidak diperbolehkannya tim penyidik kepolisian masuk untuk menyelidiki ledakan itu sangat disayangkan olehnya. Sebagai penegak hukum di wilayahnya, meski ada atau tidak adanya laporan mengenai perihal yang menyangkut keselamatan manusia, pihaknya harus mengetahuinya, itu semua demi terciptanya situasi dan kondisi yang aman di wilayah hukum Indonesia, tuturnya, Selasa (17/03/2015).

Disayangkannya keputusan pihak UI yang menolak kepolisian Depok untuk menyelidiki ledakan tersebut, dianggap sebagai salah satu hal yang tidak mencerminkan lembaga pendidikan yang baik. Seharusnya, sebagai lembaga pendidikan ternama di Indonesia, memberikan contoh untuk bisa melakukan pencerahan kepada masyarakat mengenai ledakan itu.

Humas Fakultas Farmasi UI Devfany Aprilia Artha saat dikonfirmasi mengatakan, penyesalannya terhadap kepolisian yang ingin melakukan penyelidikan di wilayah kampus UI. Menurutnya, pihak kepolisian tidak perlu melakukan hal tersebut karena tidak adanya korban jiwa saat terjadinya ledakan.

“Untuk apa lapor polisi, tidak ada korban jiwa. Tidak butuh penyelidikan lagi, tidak butuh orang-orang ahli untuk menyelidiki karena sudah jelas penyebabnya apa. Ini human eror dalam praktikum,” tuturnya.

Artha juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap pihak kepolisian yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) tanpa seizin pihak kampus UI. Ditambah lagi oleh adanya pengamanan beberapa alat laboratorium oleh kepolisian yang dianggapnya sebagai barang bukti.

Menurutnya, hal tersebut terlalu berlebih lebihan. Pasalnya, ledakan yang terjadi di Fakultas Farmasi Universitas Indonesia pada beberapa waktu yang lalu itu hanyalah faktor ‘Human Error’ yang terjadi pada saat mahasiswa sedang praktek di laboratorium tersebut. (Izl)

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: