Indonesia Tidak Mampu Melawan Trend Penguatan Dollar

Indonesia Tidak Mampu Melawan Tren Penguatan Dolar

HarianDepok.com- Bisnis- Indonesia tidak mampu melawan trend penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Apabila terlalu ngotot untuk menjaga nilai tukar rupiah, Indonesia dapat kemabali terjerumus dalam krisis tahun 1997.

Menurut Budi Hikmat selaku Kepala Ekonomi  PT Bahana TCW Investmen menjelaskan, penguatan dolar AS yang kini tengah terjadi merupakan tren global yang tidak bis dihindari lagi. Ada beberapa faktor penyebabnya yaitu pertama, perbaikan ekonomi AS yang menjadikan aliran dana ke negara itu menjadi lebih besar. terlebih hal tersebut dibarengi dengan rencana dari The Fed untuk menaikan suku bunganya, oleh karenanya iklim investasi di sana lebih menguntungkan.

Yang kedua, penghentian stimulus moneter oleh The Fed menjadikan pasokan dolar kini menjadi berkurang, sedangkan Uni Eropa dan Jepang memberlakukan kebijakan stimulus. Hal ini yang menyebabkan likuiditas AS menurun, sedangkan untuk negara lain meningkat.

“Dana dari Jepang dan Eropa masuk ke AS bertukar posisi dengan dolar yang  sedikit. Oleh karena itu dolar menguat. Namun dampak penguatan dari dolar ini setiap negeranya berbeda- beda”, papar Budi, Jakarta, Selasa (16/ 3/ 2015).

Lebih lanjut ia berpendapat bahwa, Bank Indonesia (BI) percuma melakukan intervensi untuk membuat rupiah kembali menguat dalam stuasi yang seperti ini. Karena tidak ada yang bisa melawan tren dari penguatan dolar pada saat ini. Ia menganalogikan intervensi terhadap rupiah bagaikan menggarami air laut.

Apabila BI terlalu reaktif terhadap trend ini dikawatirkan akan dimanfaatkan oleh spekulan yang mengambil untuk dengan menjual rupiah. Apabila ini terjadi, tidak hanya cadangan devisa yang berkurang namun rupiah juga bisa ikut tertekan hebat.

Disamping itu, Ndiame Diop seorang ekonom dunia berharap pemerintah dapat meningkatkan ekspor produk manufakturnya untuk memanfaatkan melemahnya kurs rupiah saat ini. Dengan demikian, pemerintah harus mempercepat pembangunan infrastruktur. Hal tersebut diharapkan akan menarik para investor asing untuk percaya menanamkan modalnya di Indonesia.

[NurMungil/HD]

Tags:
author

Author: