Makaroni Ngehe, Tercipta Dari Pengalaman Hidup

Makaroni Ngehe, Tercipta Dari Pengalaman Hidup

Foto : hotpeperry

 

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Ide adalah salah satu kunci sukses untuk menjalankan sebuah usaha menurut pendapat sejumlah pengusaha. Saat ini, ide nyeleneh seorang mahasiswa asal Tasikmalaya, Ali Muharam (29), ternyata berhasil melambungkan usahanya yang baru saja berjalan dua tahun. Dalam kurun waktu yang bisa dibilang singkat itu, Ali berhasil membuka delapan cabang di kawasan Jakarta, dan meraup omset kurang lebih Rp 3-5 juta setiap harinya. Makaroni Ngehe, sebuah kata yang cukup menimbulkan kontroversi, sekaligus membuat penasaran bagi konsumennya. Namun, inilah diksi yang melambungkan sebuah usaha makaroni pedas.

Seperti diketahui, kata Ngehe kerap dipakai untuk mengungkapkan umpatan atau kekesalan. Ali mengaku ide nyeleneh ini berawal dari kekesalan dengan pengalaman hidup yang pernah dialaminya. Menurut dia, kata ngehe itu sendiri merupakan sebuah motivasi, atau pelecut untuk dirinya, agar tidak kembali ke masa suramnya itu. Tidak hanya itu, kata ngehe juga menunjukkan level kepedasan dari produk makaroninya. Walaupun pedas, namun produknya ini dipercaya akan membuat ketagihan para konsumen. Ia juga mengungkapkan, pada awal pertama buka usaha respon pembeli pun cukup unik. Promosinya sendiri dari mulut ke mulut. Dan akhirnya beredarlah nama Makaroni Ngehe. Tepatnya pada 11 Maret 2013, cabang pertama pun dibuka.

Untuk bersaing dan bertahan , Ali mengaku tidak memiliki trik-trik khusus yang dilakukannya, melainkan lebih kepada perbaikan Internal. Sensasi pedas yang ditawarkan Makaroni ini mempunyaii sejumlah level, yakni level sedikit pedas dengan jargon #ciwitbutina, level menengah #kepretpakendang, dan level sangat pedas #pitnah bulilis. Ide ini merupakan kenangan yang pernah dialami oleh Ali. Outlet Makaroni Ngehe ini pun tidak pernah sepi, terutama diwaktu jam pulang kerja. Sampai-sampai puluhan orang rela antri untuk mendapatkan cemilan pedas yang harganya cukup terjangkau, yakni dijual mulai Rp 5 ribu dan kebanyakan cemilan ini digemari oleh anak muda.

[ TaufikHidayat /HD ]

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok