Jembatan Rusak, Bupati Lebak Acuh

Jembatan Rusak, Bupati Lebak Acuh

HarianDepok.com – Berita – Nasional, Jembatan gantung yang menghubungkan Desa Sindai, Kecamatan Sajira dan Pasir Eurih, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, yang roboh pada Selasa lalu (10/3/2015) sampai saat ini belum mendapatkan perhatian dari Pemda setempat.

Musibah jembatan roboh ini mengakibatkan sedikitnya 46 orang jatuh dengan sebagian besar korban adalah anak SD.

Salah satu korban yang mengalami luka parah akibat kejadian jembatan roboh ini adalah Surdi (11). Surdi yang merupakan salah satu siswa SD kelas 5 di Kecamatan Sajira, Lebak, Banten, ini sudah sepekan terbaring lemah. Badannya sulit bergerak apalagi bangun karena saat jatuh, punggung Surdi tertimpa bambu besar penyangga jembatan.

“Surdi adiknya empat, cuma dua yang sekolah dan yang lainnya di rumah. Dia juga tadinya diurut saja, panggil dokter katanya enggak apa-apa,” kata Surai, Ibu Surdi.

Saat ditanya oleh awak media, mengapa Surai tidak merujuk Surdi ke rumah sakit, Surai hanya diam dan sesekali menyeka air matanya. Namun beberapa tetangga yang saat itu berada di rumah Surai berbisik “Enggak punya biaya,”. Surai hanya bisa pasrah.

“Ya. Mudah-mudahan jembatan cepat selesai. Sehingga sudah ada lagi jembatan.”

Saat ditemui, Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya, mengakui jembatan yang seperti ini cukup banyak di daerahnya. Menurutnya ini sudah merupakan hal biasa yang terjadi di Lebak. Iti memaparkan bahwa di Lebak terdapat 960 unit jembatan gantung dan 360 unit diantaranya dengan kondisi rusak berat.

“Ada yang lebih parah dari ini,” ujarnya.

Sangat disayangkan pula, Iti seolah buang badan dan acuh tak acuh menanggapi jembatan roboh yang mengakibatkan puluhan warganya terluka. Menurutnya, memperbaiki jembatan roboh ini hanyalah buang-buang dana saja karena menurutnya kawasan tempat jembatan terbentang ini sudah dibebaskan untuk proyek nasional Waduk Karian.

“Jembatan itu tidak permanen, karena berada di area rencana pembangunan Waduk Karian. Kalau nanti ini waduk dibangun, maka akan sia-sia kita alokasikan Rp 4 M. Lalu cuma dipakai 2 tahun. Ya hitung saja, misal Rp 65 juta per meter kali 150 meter berapa?” jelas Iti.

[AndriIdaman/HD]

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)