Pemerintah Menargetkan Devisa Wisatawan Naik Sebesar 15 Persen

Pemerintah Menargetkan Devisa Wisatawan Naik Sebesar 15 Persen

HarianDepok.com- Bisnis – Pemerintah sangat optimis terhadap penerimaan devisa dari kunjungan wisatawan mancanegara akan merangkak naik sebesar 15 persen atau menjadi US$ 900 juta, setelah adanya kebijakan bebas visa.

Di  dalam paket kebijakan yang akan dirilis oleh pemerintah, terdapat empat negara yang memperoleh fasilitas bebas visa yaitu Cina, Korea, Rusia, dan Jepang. “apabila sesuai dengan rencana akan diperbanyak hingga 25 negara”, ujar Indroyono Soesilo selaku Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman setelah rapat koordinasi, Jakarta, Senin (16/ 3/ 2015).

Pada kesempatan yang sama pula, Arief Yahya selaku Menteri Pariwisata memaparkan, pemerintah sebelumnya juga menginginkan adanya pemberian bebas visa kepada turis Australia. Akan tetapi karena tidak adanya aturan resiprokal di Australia, maka fasilitas ini pun gagal dilakukan kepada negeri sebelah tersebut.

Adapun aturan bebas visa terhadap wisatawan dari keempat negara tersebut, adalah salah satu dari beberapa paket kebijakan yang akan diumumkan oleh pemerintah untuk menghadapi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Lebih lanjut Yahya menjelaskan, dengan adanya pemberian fasilitas tersebut akan ada peningkatan devisa kepada negara sebesar 15 persen dari sektor ini. Seperti halnya apa yang terjadi di Malaysia dan Thailand, yang masing- masing menyumbangkan bebas visa sebesar US$ 164 dan US$ 56. Sedangkan untuk Indonesia akan menambah bebas visa sebanyak US$ 15, hingga totalnya menjadi US$ 40 untuk pengajuan visa.

Sedangkan kontribusi pariwisata terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) sebesar 9 persen atau setara dengan US$ 80 miliar. dengan adanya kebijakan ini, Yahya berpendapat pemerintah dapat tambahan sebesar US$ 900 juta.

“Katakanlah ada US$ 5 juta, ditambah  lagi dengan 15 persen maka akan naik menjadi US$ 750 ribu wisatawan dari mancanegara. Apabila dikalikan dengan krus rupiah Rp 12 ribu maka akan mendapat US$ 900 juta. Hampir ada US$ 1 miliar penambahan dari bebas visa ini,” tutur Yahya.

[NurMungil/HD]

Tags:
author

Author: