CEO BP : Menurunya Harga Minyak Sangatlah Menyakitkan

CEO BP Menurunya Harga Minyak Sangatlah Menyakitkan

HarianDepok.com- Bisnis – Melempemnya harga minyak yang cukup drastis dalam beberapa bulan terakhir ini dianggap sangat menyakitkan bagi para pelaku industri yang bergerak di sektor minyak dan gas. Hal itu diungkapkan oleh Bob Dudley Chief Executive Officer (CEO) perusahaan internasional BP.

Dikutip dari CNBC pada Minggu (15/ 3/ 2015), Dudley memaparkan terpuruknya harga minyak sekitar 60 persen yang diawali sejak bulan Juni 2014. Hal tersebut menjadi sebuah kejutan besar bagi para perusahaan- perusahaan minyak serta gas dunia termasuk juga bagi BP sendiri.

Lebih lanjut ia memaparkan, dalam waktu beberapa tahun terakhir ini industri minyak dan gas telah hidup dalam keuntungan yang besar. hal itu terjadi ketika harga minyak terus mengalami kenaikan dan menembus diatas level US$ 100/ barel. “Anjloknya harga minyak secara drastis seperti yang kini terjadi memiliki konsekuensi yang tidak diinginkan,” ungkapnya.

Menurutnya, BP adalah sebuah perusahaan minyak dan gas terbesar yang ada di Eropa pertama yang alrmnya berbunyi. Pada tanggal 10 Desember 2014, perusahaan ini telah melakasanakan program efesiensi dengan cara mengurangi beberapa biaya operasional dengan tujuan laba yang diperoleh peruasahaan tidak mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Pada bulan yang sama, sejumlah perusahaan minyak yang ada di Eropa juga telah mendapatkan peringatan yang terbilang cukup keras dari lembaga S&P (Standard & Poor’s). Dalam laporan S&P, terdapat 3 perusahaan yakni BP, Shell, dan Total berada pada pengawasan yang khusus. Hal itu membuat peringkat hutang dari ketiga perusahaan tersebut diturunkan selama 3 bulan.

Pada Januari 2015, BP mengambil kebijakan untuk memutuskan hubungan kerja kepada beberapa pekerja tambang minyak yang ada di Inggris. Hal ini mereka lakukan agar efisiensi kinerja perusahaan dapat bertahan. Sedangkan untuk akhir pekan ini, harga minyak masih berada pada level US$ 60 barel/ harinya. Pada perdagangan Jumat (13/ 3/ 2015) harga minyak dunia kembali jatuh diakibatkan oleh penguatan dolar dan lebihnya pasokan minyak yang ada.

[NurMungil/HD]

Tags:
author

Author: