Menuai Banyak Protes, Facebook Hapus Emoticon ‘Feeling Fat’

menuai protes,  facebook hapus emoticon 'feeling fat'

HarianDepok.com – Tekno, Facebook, media sosial yang diklaim telah memiliki satu milyar user, selalu punya hal baru yang membuat penggunanya selalu aktif menggunakan layanannya. Meskipun telah lama muncul, ternyata emoticon untuk mengekspresikan diri kini diperbarui kembali. Karena emoticon ini menuai protes dari penggunanya. Emoticon tersebut adalah “feeling fat” yang dianggap diskriminatif oleh pengguna facebook.

“Kami mendengarkan masukan pengguna. Emoticon ‘feeling fat’ dinilai menggambarkan citra tubuh yang buruk, terutama menyinggung mereka yang berupaya melawan penyakit gangguan makan,” ujar juru bicara Facebook seperti kutip Washington Post, Kamis (2/13/2015).

“Maka kami menghapus ‘feeling fat’ dari daftar emoticon. Kami akan terus mendengarkan saran pengguna, yang dirasa akan membantu memperkaya cara orang mengekspresikan diri di Facebook,” sebut Facebook lagi.

Keputusan Facebook tersebut adalah bentuk respons pihak facebook atas petisi yang diluncurkan para aktivis Endangered Bodies di Change.org, pada Februari silam. Kampanye ini adalah bagian dari kampanye National Eating Disorders Awareness Week.

Mereka keberatan Facebook memasang opsi ‘feeling fat’ yang digambarkan dengan emoticon wajah gembul sedang tersenyum. Menurut mereka, emoticon tersebut problematis bagi orang-orang yang sedang mengalami masalah makan dan membuat citra orang gemuk seolah-olah dibenci oleh orang lain.

“Ketika pengguna Facebook menggunakan ‘feeling fat’ di status, mereka secara tidak langsung mengejek orang-orang yang berpikir dirinya kegemukan, dan bisa saja mereka yang kegemukan termasuk yang mengalami gangguan makan,” tulis Catherine Weingarten, mahasiswa asal Ohio yang menggagas petisi ini.

Setelah diumumkannya penghapusan emoticon ini, Weingarten meng-update petisi tersebut dengan pernyataan,

“Sebagai seseorang yang juga memperjuangkan citra penampilan tubuh, saya merasa senang karena bisa mendorong dihapusnya salah satu bentuk citra tubuh yang dibenci di internet,” sebutnya.

[EniGayoe/HD]

Tags:
author

Author: 

Penulis Konten - Author Di Harian Depok