OJK : Bank Syariah BUMN Harus Melakukan Konsolidasi

OJK  Bank Syariah BUMN Harus Melakukan Konsolidasi

HarianDepok.com- Bisnis – OJK (Otoritas Jasa Keuangan) menyarankan agar bank- bank syariah yang ada di bawah naungan BUMN untuk melakukan konsolidasi terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk melakukan marger atau penggabungan.

Mulya E. Siregar selaku Deputi Komisioner Bidang Pengawasan Perbankan OJK menyatakan, konsolidasi itu ditujukan untuk agar kemampuan tiap- tiap bank yang akan dilakukan marger menjadi setara. Apabila marger dilakukan tidak melalui konsolidasi maka akan dikhawatirkan pangas pasar bank syariah BUMN akan diambil pihak lain.

“Waktunya untuk melakukan konsolidasi dapat 2 hingga 3 tahun, akan tetapi bisnis kan jalan terus. Namun apabila belum ada konsolidasi dan sudah disibukan dengan ini itu, maka market sharenya akan diambil oleh bank lain,”ungkap Mulya. Jakarta, Rabu (11/ 3/ 2015).

Konsolidasi yang ia maksud adalah untuk menyamakan strategi perusahaan, terlebih untuk mengahadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Selain itu, konsolidasi juga dapat meningkatkan kemampuan teknologi informasi serta sumberdaya manusia (SDM) pada masing- masing bank.

“apabila marger dilakukan sekarang maka akan terjadi ketimpangan, ini membutuhkan waktu, kurang lebih antara 2 hingga 3 tahun,” ujarnya.

Kendati demikian, ia sepakat adanya penggabungan (marger) bank syariah BUMN ini. Sehingga pengawasan OJK kepada industri keungan ini akan lebih mudah untuk di pantau. Ia juga mengingatkan agar proses marger ini harus dilakukan dengan proses yang hati- hati.

Hingga saat ini, BUMN memmiliki 3 bank syariah dan satu unit syariah. Adapun keempat bank syariah dibawah naungan BUMN tersebut adalah Bank Syariah Mandiri, BRI Syariah, BNI Syariah, serta unit Syariah milik BTN.

Dari sejumlah Bank Syariah tersebut, aset milik Bank Mandiri Syariah merupakan yang terbesar yakni mencapai Rp 63,97 triliun di tahun 2013 kemarin. Lalu disusul bank BRI Syariah sebanyak Rp 17,4 triliun, BNI Syariah sebesar Rp 14,71 triliun, dan yang terakhir adalah Bank BTN sebesar Rp 9,7 triliun.

[NurMungil/HD]

Tags:
author

Author: