Merpati Warna – Warni Ini Bukan Rekayasa Photoshop

22

HarianDepok.com – Berita Unik – Foto diatas sering dituduh hasil rekayasa photoshop oleh sebagian orang. Padahal, sebenarnya burung merpati dengan warna-warni yang cantik ini dapat ditemukan di Indonesia.

Percaya atau tidak, warna merpati ini benar-benar seperti foto-foto disini. Dan mereka benar-benar merpati. Merpati yang populernya dikenal dengan nama Pink Necked Green Pigeon (merpati hijau berleher pink) ini, di indonesia dikenal dengan nama Punai Gading dan nama ilmiahnya Treron vernans). Mereka masuk dalam famili Columbidae (keluarga merpati dan dara). Burung yang spektakuler ini dapat ditemukan di asia tenggara seperti Vietnam, Singapura, Thailand, Filipina, Kamboja dan tentu saja Malaysia, Indonesia dan Myanmar

Punai Gading mencintai pohon-pohon dan menghabiskan sebagian besar waktu mereka di kanopi. Mereka turun ke tanah hanya ketika mereka haus atau mencari beberapa buah yang telah jatuh.

Merpati hijau berleher pink ini adalah merpati yang paling berwarna-warni. Mengapa mereka membutuhkan warna-warna mewah? Seperti banyak spesies hewan lain, hanya jantan yang memiliki warna cerah, sedangkan betina lebih menjemukan dengan warna hijau. Ini memberitahu kita bahwa warna-warna ini membantu jantan untuk mendapatkan betina. Semakin terang warnanya maka akan semakin besar kesempatan untuk menemukan pasangan yang sempurna.

Warna-warna yang tidak biasa ini juga memiliki tujuan sekunder. Yaitu kamuflase. Burung ini berkamuflase dengan baik ketika leher pink dan tubuh hijau mereka berada diantara vegetasi yang lebat, buah-buahan dan tentu saja bunga hutan hujan. Ya, burung ini mampu berbaur sempurna dengan kanopi dimana mereka suka menghabiskan waktu.

Jika Anda menemukan sarang dari punai gading ini,  sangat disarankan Anda untuk tidak menyentuhnya. Mengapa? Karena burung-burung ini membangun sarang yang sangat tipis. Percaya atau tidak, saking tipisnya sarang mereka sehingga Anda biasanya dapat melihat isi sarang saat melihatnya. Biasanya, burung jantan lah yang bertanggung jawab untuk mengumpulkan material sarang sementara dan betinanya yang membangun sarang. Jadi siapa yang harus disalahkan untuk sarang yang sangat tipis – pengumpul atau pembangun? ^_^

 

 

 

 

[Irma wulandari/HD]

Tags:
author

Author: 

Publisher & Content Writer