Permasalahan Sengketa Lahan di Kota Depok, Jauh Berkurang

Permasalahan Sengketa Lahan di Kota Depok, Jauh Berkurang

HarianDepok.com – Berita , Kota Depok pada waktu lalu dianggap salah satu penunjang ibukota yang paling padat dibandingkan dengan kota kota penunjang ibukota lainnya. Padatnya kota Depok disebabkan oleh banyaknya transmigran yang memilih untuk berpindah ke Depok yang dianggap sebagai kota penunjang yang paling strategis.

Permasalahan demi permasalahan telah diselesaikan oleh pemerintah kota Depok yang disesuaikan dengan laju perkembangan kotanya tersebut. Alhasil banyak perubahan yang kini terjadi di kota belimbing tersebut. Perubahan yang mencolok itu diantaranya melingkupi sektor pertanahan kota Depok.

Diinformasikan, bahwa saat ini, depok sudah mengalami perbaikan di bidang pertanahannya. Berkurangnya permasalahan pemerintah kota Depok di bidang pertanahan di kotanya tak lepas dari peran Kepala Kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) Kota Depok, Dadang M Fuad. BPN kota Depok sendiri hingga saat ini terus melakukan pembenahan serta perbaikan di sektor pelayanannya.

Berdasarkan penilaian banyak pihak, BPN kota Depok dianggap sebagai salah satu lembaga terbaik di Kota Depok, ujar Dadang, Rabu (11/03/2015).

Dadang juga tak menyangka, bahwa ia akan ditempatkan di tempat tersulit ketika itu. Namun karena tugas tersebut dianggap sebagai satu amanah, maka dilakukannyalah dengan penuh keikhlasan dan ketulusan hati. Alhasil sampai hari ini, permasalahahn tentang sengketa tanah di Depok jauh berkurang daripada sebelumnya.

Jika pada permasalahan sengketa tanah di Depok sudah tidak ada, maka akan banyak investor investor yang mau menanamkan modalnya di kota Belimbing yang berdampak kepada kemajuan ekonomi kota Depok itu sendiri.

Dadang menghimbau kepada seluruh investor untuk tidak takut berinvestasi di kota Depok, sebab kini sertifikasi tanah tanah di Depok yang dikeluarkan oleh pihaknya telah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.

Dengan adanya investor yang menanamkan modalnya di kota Depok, maka akan terciptanya kota Depok sebagai kota satelit pendukung ibukota yang mandiri ekonomi tanpa harus bergantung lagi dengan kota kota lainnya.(Izl)

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: