KPUD Harus Komitmen dan Segera Benahi Rapor Merah, Libatkan Pengawas Mahasiswa

KPUD Harus Komitmen dan Segera Benahi Rapor Merah, Libatkan Pengawas Mahasiswa

HarianDepok.com – Suara Pembaca , Perhelatan pilkada Depok Desember nanti mesti dipersiapkan dengan matang oleh KPUD. Bursa bakal calon kepala daerah sudah ramai di media sosial ataupun banner di jalan-jalan protokol Depok. Sehingga dapat dipastikan bahwa pilkada esok akan berlangsung sengit. Apalagi sesuai perolehan kursi di DPRD hanya ada satu partai yang boleh mencalonkan pasangan kepala daerah sehingga partai-partai lainnya mesti berkoalisi. Peluang politik transaksional sangat terbuka lebar.

Perlu digarisbawahi disini adalah peran penyelengara. Salah satu kunci sukses pemilu berada di pihak penyelenggara. Jika kita cermati dua kali pilkada digelar (2004 dan 2010), KPU Depok memiliki rapor merah yang harus dibenahi. Seperti kita ketahui bahawa dua pilkada lalu mengahsilkan sengketa. Pilkada 2004 sampai ada gugatan ke Pengadilan Bandung, begitupun 2010 dengan adanya dukungan ganda salah satu parpol berujung pada sengketa pilkada. Ya walaupun hanya elitis dan tidak menimbulkan konflik sosial.

Sekali lagi mesti digaris bawahi rapor merah penyelenggara. Pilkada 2010 menghasilkan pencopotan Ketua KPUD dan terungkapnya pertemuan salah satu komisioner dengan calon kepala daerah. Tak usah jauh-jauhlah, pileg kemarin pihak penyelenggara pemilu tercoreng karena ulah oknum PPS di Tapos yang menggelembungkan suara. Walau itu PPS tapi tetap menjadi rapor merah KPUD.

Karena PPS dan PPK merupakan tim yang disahkan oleh KPUD. Menuju proses pemilihan PPK dan PPS saya apresiasi statemen salah satu komisioner bapak nana sobarna yang akan memperketat proses seleksi. Memang sudah seharusnya dilakukan guna menggapai kepercayaan publik terhadap KPUD dan aparaturnya. Penyelenggara yang nantinya di tempatkan di tingkat PPS PPK memang harus orang-orang yang bukan titipan parpol/kepentingan agar tidak mengulangi rapor merah sebelumnya.

KPUD di bawah kepemimoinan Bu Titik mesti serius membenahi borok di internalnya, kedua semua komisioner harus komitmen melaksanakan tugasnya secara profesional karena dalam perjalanannya di pilkada nanti pasti banyak tawaran menggiurkan dari bandar-bandar politik yang haus kekuasaan. Tentunya KPUD juga perlu di kontrol ketat. Saya harap KPUD melibatkan elemen mahasiswa yang masih terkenal dengan idealismenya dibanding LSM yang hanya mencari uang. Bukan hanya pengawasan jalannya pemilu tetapi pengawsan rerhadap penyelenggara, KPUD sendiri. Agar pilkada esok bisa berjalan aman, lancar dan damai.

Jika tidak bisa komitmen membenahi dan memperbaiki rapor merah yang ada lebih baik komisioner mundur dari sekarang sebelum godaan-godaan besar akan timbul dalam proses pilkada yang bisa saja berujung pada kerugian bagi komisioner sendiri. Mari sukseskan bersama pilkada depok 2015.

KNPI akan menyerukan kepada seluruh OKP yang bernaung untuk turut melakukan pengawasan terhadap jalannya pemilu demin tercipta pemilu yang kondusif dan lebih baik dari dua perhelatan sebelumnya.

Tulisan Kiriman Dari

Eko Wardaya

 

 

 

 

 

 

Eko Wardaya

Plt Wakil Ketua KNPI Depok Bidang Politik

Tags:
author

Author: