Di Bekasi, Rumah Lebih  Diminati Dibandingkan Apartemen

Di Bekasi, Rumah Lebih  Diminati Dibandingkan Apartemen

HarianDepok.com- Properti- Meski apartemen kini semakin menjamur di daerah Bekasi, ada sejumlah lokasi tertentu dimana landed hourse (rumah tapak) masih menjadi pilihan utama. Hal tersebut dikarenakan, lahan kosong dengan harga yang murah yang ada di Bekasi masih mudah untuk ditemui apabila dibandingkan dengan yang ada di Jakarta.

Anothy Hoo selaku Member Broker Centery21, para konsumen mempunyai pilihan guna membeli atau membangun rumah jika dibandingkan apartemen. “Apabila lahan masih sangat luas sekali, seperti yang ada di daerah Bekasi. Landed house lebih laku jika dibandingkan dengan apartemen,” ungkapnya, Senin, (9/ 3/ 2015).

Lebih lanjut ia menjelaskan, kendati nilai properti tidak pernah mengalami penurunan, bangunan apartmen dapat mengalami depresiasi yang cukup tinggi. Sedangkan kelebihan rumah tapak sendiri adalah para penghuninya terbiasa untuk menyisihkan tanah belakang rumahnya. Karena menurutnya, tanah tidak akan pernah mengalami depresiasi.

Oleh sebab itu kenapa rumah tapak lebih diminati. Sesuai dengan catatan Cushman and Wakefield Indonesia, Bekasi memiliki kontribusi besar mengenai total penjualan rumah selama semester II tahun kemarin. Bersama- sama dengan Bogor, Depok, Tanggerang, kawasan tersebut telah menciptakan transaksi sekitar Rp 8,3 triliun.

Menurut Anthony, segmentasi pasar dari rumah tapak juga sangat beragam. “di kawasan Kota harapan Indah saja ada berbagai macam harga, ada yang menempati kelas premium dengan harga mencapai Rp 4 miliar, kelas menengah Rp 1,5 miliar, dan ada juga dengan harga Rp 500 jutaan. Disesuaikan dengan kelasnya,” ungkapnya.

Untuk segmentasi kelas menengah, terdapat dua perumahan baru yang ada di dekat Kota Harapan Indah, yakni Segara City. Perumahan tersebut memang dipersiapkan untuk para konsumen yang mampu mencicil mulai dari harga Rp 4 jutaan.

Disisi lain, harga lahan di kawasan Kota Harapan Indah berkisar antara Rp 8 juta/ meter persegi hingga mencapai Rp 10 juta/ meter persegi. Sementara itu untuk lahan di pusat kota, ia tidak lagi memperhitungkanya, pasalnya sudah termasuk kedalam daerah sunset bagi segmentasi rumah tapak.

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: