Kota Depok Bukanlah Kota Terbanyak Aksi Begal

Kota Depok Bukanlah Kota Terbanyak Aksi Begal

HarianDepok.com – Berita , Kasus tindakan pencurian kendaraan bermotor atau yang lebih dikenal masyarakat dengan istilah “begal” pada akhir akhir ini selalu menjadi sorotan mata masyarakat kota Jakarta dan sekitarnya. Aksi kriminal tersebut sebetulnya sudah kerap kali terjadi di tanah air pada waktu lalu, namun baru akhir akhir ini saja aksi tersebut mendapatkan perhatian khusus.

Maraknya aksi aksi pembegalan di kota Depok yang sempat memakan korban jiwa ternyata hanya sekian persen dari jumlah total keseluruhan aksi kriminal serupa di wilayah hukum Jabodetabek. Menurut informasi yang dihimpun dari Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya sejak awal tahun 2015, telah terjadi 42 kasus pencurian kendaraan bermotor dengan kekerasan di wilayah hukumnya.

Dari 42 kasus tindak aksi pencurian kendaraan bermotor tersebut, pihak kepolisian sudah berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dan 97 tersangka pelaku tindak pencurian kendaraan bermotor dengan menggunakan senjata tajam. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Martinus Sitompul pada beberapa waktu yang lalu.

Menurut penjelasan dari Martinus, bahwa kota Bekasi menempati urutan teratas dengan total aksi begal sebanyak sembilan kasus. Di wilayah kota Bekasi terhitung dari Januari 2015 hingga sampai saat ini, terdapat aksi kejahatan pencurian kendaraan bermotor dengan menggunakan kekerasan. Diurutan kedua, kota Jakarta Selatan dan di posisi ketiga jatuh kepada Kabupaten Tanggerang, sedangkan kota Depok berada diurutan keempat.

Meskipun kota Depok bukanlah kota yang paling banyak terdapat aksi kejahatan tersebut, namun aksi begal di kota Depok dapat dikatakan menjadi aksi pencurian kendaraan bermotor tersadis. Aksi tersebut dikatakan aksi tersadis karena para pelaku begal yang beraksi di kota Depok pada waktu itu tak sungkan sungkan untuk melukai bahkan menghilangkan nyawa sang korban. Hal tersebut terbukti pada kasus begal di juanda dan Margonda kota Depok. Bahkan ada juga kasus begal yang dengan tega mendorong korbannya ke dalam sungai, ujar Martinus.

Meskipun demikian, masyarakat kota Depok sangat mengharapkan adanya kerjasama yang baik antara pemerintah kota Depok dengan pihak kepolisian setempat untuk dapat meredam dan meminimalisir aksi aksi kejahatan dengan kekerasan yang terjadi di kota Depok, sehingga masyarakat kota Depok dapat terbebas dari adanya teror aksi begal yang kian meresahkan masyarakat.(Izl)

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: