Rupiah Menjadi Mata Uang Yang Paling Terkena Resiko Karena The Fed

Rupiah Menjadi Mata Uang Yang Paling Terkena Resiko Karena The Fed

HarianDepok.com- Bisnis – Dengan keadaan dolar Amerika Serikat yang kian  melambung melewati sebagian besar dari mata uang global, kini beberapa mata uang yang ada di negara berkembang Asia mulai menghadapi ancaman risiko yang lebih besar.

Mata uang Indonesia, rupiah adalah salah satu mata uang yang paling memiliki resiko kepada kebijakan apapun yang diambil oleh Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed).

“Ketakutan kepada The Fed kini adalah ancaman yang cukup besar dalam jangka waktu dekat ini. Data ketenaga kerjaan yang lebih kuat atau adanya indikasi The Fed guna menaikan suku bunga sangatlah memiliki pengaruh yang besar untuk menekan mata uang Asia menuju level yang lebih rendah,” laporan dari para analis yang ada di Societe Generale CNBC, Senin (9/ 3 2015).

Penguatan dolar Amerika Serikat sebenarnya suda terjadi sejak musim semi tahun 2014 lalu dan mendorong mata uang negara adidaya tersebut menuju arah ke yang lebih tinggi dalam kurun waktu 11 tahun terakhir ini. Meski terdapat sejumlah data ekonomi AS yang makin lemah, The Fed secara luas telah menyebarkan sinyal jika pihaknya akan menaikan suku bunganya pada Juni dan Oktober.

Sementara itu, Joson Dow selaku pakar strategi pasar negara yang ada di Social General menyebutkan, Indonesia terctat merupakan negara yang paling rentan terkena imbas dana asing kerena saat ini berada di tengah- tengah limpahan dana masuk.

Kekhawatiran yang timbul karena defisit transaksi berjalan adalah salah satu faktor lain. Defisit yang terlalu lebar pernah menjadikan rupiah tersungkur di tahun 2013 lalu ketika The Fed mengabarkan menarik dana stimulus untuk pertama kalinya.

Hingga kini meski defisit telah berkurang, apabila The Fed benar- benar menaikan suku bungnya tersebut, rupiah juga kemungkinan besar akan terkena hantaman untuk kesekian kalinya dan tak kalah besar.” Aksi The Fed pada bulan Juni nanti dapat menjadi sebuah ancaman yang besar lain bagi rupiah,” ujarnya.

[NurMungil/HD]

Tags:
author

Author: