Wakil Ketua DPRD Depok : Carut-Marut BPJS Kesehatan di Depok Harus Segera Dibenahi

Wakil Ketua DPRD Depok : Carut-Marut BPJS Kesehatan di Depok Harus Segera Dibenahi

HarianDepok.com – Berita , Di wilayah Depok, pelaksanaan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terlihat masih carut-marut. pemungut biaya berobat kepada pasien BPJS aktif di beberapa rumah sakit swasta dan bidan masih ada. Menurut Siti Nurjanah, anggota DPRD Fraksi Demokrat mengatakan, sebenarnya Pemkot Depok sudah menanggung semua biaya berobat pasien BPJS. “Saat ini saya masih menemukan langsung pasien BPJS yang masih dimintai biaya uang muka oleh rumah sakit swasta. Kalau tidak ada biaya, pasien BPJS tidak akan dilayani” ucap Siti.

Ketika ia bersama rekan sejawatnya Igun Sumarno ketika menjenguk anak kader partainya di RS Sentra Medika, pasien akan dibolehkan dirawat asalkan ada uang muka Rp 2juta meski memiliki BPJS. Fakta lain di RS sama, ada pasien jantung bernama Soni Sutadi, dipaksa harus membayar ongkos perobatan Rp 14juta, kecuali sejumlah item pengobatan yang ditanggung oleh BPJS. Hal yang sama dialami oleh Ria (35), ketika melahirkan putrinya yang ketiga di bidan daerah Bedahan, Sawangan. BPJS hanya menanggung biaya jasa bidan sedangkan untuk yang lainnya ditanggung oleh pasien sebesar Rp 1 juta dari biaya yang seharusnya Rp 1,3 juta.

Menurut pernyataan suami Ria, Boy “awalnya saya yakin saja, bahwa persalinan normal istri saya sudah dibiayai seluruhnya oleh BPJS,” sehingga ia pun mengeluhkan program BPJS yang akhirnya memaksa dirinya untuk meminjam uang kepada tetangganya. Menanggapi hal itu, Igun Sumarno menyatakan keterkejutannya prihal maraknya keluhan tentang BPJS. Menurut Wakil Ketua DPRD Depok itu, “Carut marut ini harus segera dibenahi,” tegasnya. “Saya akan memanggil semua direktur rumahsakit, kepala dinas kesehatan dan kepala BPJS, untuk mengklarifikasi hal tersebut. Saya ingin tahu isi MoU tentang BPJS itu.” Sambung Igun.

[ TaufikHidayat/HD ]

 

 

 

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok