Dua Dampak Dari Penurunan Suku Bunga Acuan BI

Dua Dampak Dari Penurunan Suku Bunga Acuan BI

HarianDepok.com- Bisnis – Kebijakan yang diambil Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuanya (BI Rate) memberikan akibat yang saling bertolak belakang. Di lain pihak, diturunkanya suku bunga menjadikan nilai tukar rupiah tertekan terhadap dolar Amerika Serikat.

Selain itu, keputusan itu telah membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level paling tinggi sepanjang sejarah. Para investor menilai dengan diturunkanya suku bunga acuan mampu mendorong perekonomian Indonesia.

“Nilai tukar rupiah yang mencapai Rp 13.000 memang menjadikan investor domestik kaget. Akan tetapi pemodal asing masih membeli dalam jumalah yang besar karena mereka keyakinan apabila pertumbuhan perekonomian masih bagus,”  Ujar Satrio Utomo Kepala Riset Universal Broke, Rabu (4/ 3/ 2015).

Bank Indonesia seperti yang telah diberitakan memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuanya sebesar 25 basis poin kini menjadi 7,5 persen pada tanggal 27 Februari kemarin. Agus Martowardojo selaku Gubernur Bank Indonesia menyatakan, penurunan tersebut didorong oleh keyakinan dari Bank Sentral yang laju inflasinya terkendali hingga akhir tahun ini.

Kendati demikian, pengambilan kebijakan suku bunga tersebut sejalan dengan keinginan dari pemerintah yang mengharapkan tingkat suku bunga turun untuk memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pada tahun ini saja, target pertumbuhan ekonomi ditarget mencapai angka 5,7 persen.

Menurutnya, dalam jangka waktu yang pendek lanju IHSG akan terus mengalami tren peningkatan. Ia juga sangat optimis IHSG akan mampu menembus level angka 6.100 hingga 6.300 pada akhir tahun ini.

Sementara itu Haryajid Ramelan seorang analis ekonomi menyatakan, penurunan suku bunga acuan akan memiliki dampak yang baik bagi kinerja perusahaan. Terlebih ada potensi BI masih akan memnurunkan lagi BI Rate- nya yang sejalan dengan deflasi yang terjadi pada bulan Februari kemarin.

Meskipun ia optimis, IHSG akan berada pada kisaran level 6.300 hingga 6.400, akan tetapi ia berharap kenaikan tersebut tidak akan terjad secara drastis. Pasalnya, terdapat potensi harga saham yang anjlok.

 [NurMungil/HD]

Tags:
author

Author: