DIY Luncurkan Dua Aplikasi Mobile, Kulineran dan Aksara Jawa

DIY Luncurkan Dua Aplikasi Mobile, Kulineran dan Aksara Jawa

HarianDepok.com – Entertainment – Komunitas, Daerah Istimewa Yogyakarta yang terkenal kota pelajar, kota budaya dan kota sejuta kuliner terus meningkatkan pelayanan kepada warganya. Khususnya bagi pecinta kuliner di Yogyakarta, kini semakin dimudahkan dengan aplikasi mobile pesan-antar makanan Kulineran.com yang sudah tersedia versi Android dan iOS mulai 4 Maret.

Layanan pesan-antar makanan ini menawarkan sekitar 6.273 menu dan telah bekerjasama dengan 146 resto yang tersebar di seantero Yogyakarta.

“Kini, dengan adanya aplikasi mobile kami berharap Kulineran bisa lebih cepat, praktis, dan memudahkan dalam melayani pesanan makanan kepada pelanggan,” kata Ferry Wiharsasto, salah satu pendiri Kulineran.

Sebagai upaya promosi, Kulineran memberikan gratis saldo sebesar Rp10.000 untuk pengguna yang baru melakukan pendaftaran.

Dengan fasilitas yang beroperasi tujuh hari dalam seminggu, aplikasi pesan-antar makanan ini menjanjikan makanan yang dipesan sudah tiba di lokasi pemesan 45–60 menit sejak dipesan. Selain itu, pengguna juga dapat memesan makanan dari dua atau lebih restoran yang berbeda, dengan biaya dihitung per restoran. Sementara itu biaya kirim rata-rata Rp10.000 untuk seluruh wilayah Yogyakarta.

Selain aplikasi kulineran yang memanjakan pecinta kuliner, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) juga ikut meluncurkan aplikasi belajar baca tulis dan permainan aksara Jawa “hanacaraka” berbasis “mobile”.

“Aplikasi yang diluncurkan tersebut diharapkan akan menjadi media arus balik untuk mempertahankan dan melestarikan aksara dan bahasa Jawa agar tidak mengalami kepunahan,” kata Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Pembuatan aplikasi tersebut berawal dari kekahawatirannya terhadap bahasa jawa, karena sekitar 2.500 bahasa di dunia termasuk bahasa Jawa kini terancam punah.

“Ketahanan bahasa Jawa selain ditentukan oleh jumlah penuturnya, juga oleh adanya tradisi tulis pemakainya demi pengajaran dan perannya sebagai sarana pendukung kebudayaan Jawa,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY Kadarmanta Baskara Aji menyatakan aplikasi belajar baca tulis dan permainan aksara jawa berbasis “mobile” itu diharapkan bisa menjadi alternatif dan rujukan bagi para siswa, guru, dan masyarakat untuk tetap membudayakan bahasa daerah.

“Mereka dapat mempelajari aksara jawa dengan format yang lebih menarik dan interaktif sehingga usaha untuk melestarikan salah satu budaya bangsa yang adiluhung dapat tercapai dengan maksimal,” ujar Baskara Aji.

Sementara itu, Kepala Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPTD) Disdikpora DIY Singgih Rahardjo, mengatakan setelah peluncuran aplikasi “mobile” itu masyarakat dapat mengunduhnya di “play store” dari seluruh dunia dan dapat diakses pada “smartphone” berbasis Android dan iOS. Pengguna dapat mencarinya dengan kata kunci “hanacaraka”.

“Peluncuran aplikasi mobile yang dihadiri ratusan siswa dan guru serta pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) itu bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 PGRI,” imbuhnya.

[NurMungil/HD]

Tags:
author

Author: