38 Orang Tewas Diamuk Badai Topan

HarianDepok.com – Internasional, Sedikitnya 38 orang tewas dan 60 orang lagi cedera akibat topan yang mengamuk selama 30 menit pada Rabu (4/3/2015) waktu setempat, di Kabupaten Kahama di wilayah Zona Danau Tanzania, Shinyanga.  Sebelumnya, pada Selasa (3/3/2015), Direktur Pelaksana Badan Meteorologi Tanzania (TMA) Agnes Kijazi mengatakan ramalan cuaca menunjukkan bahwa hujan lebat diperkirakan turun dalam beberapa hari kedepan, sehingga bisa mengakibatkan banjir di beberapa daerah di negeri tersebut ketika musim hujan mulai tiba pada pekan ketiga Maret. Namun, dari hasil pemantauan cuaca tidak diprediksi akan adanya badai dan topan.  Dikutip dari Xinhua, Komisaris Kabupaten Kahama, Benson Mpyesa mengatakan ada 35 orang meninggal di lokasi, sedangkan tiga orang lagi meninggal ketika menjalani pengobatan di rumah sakit kabupaten Kahama. Dari keterangannya, kebanyakan korban adalah anak kecil.  "Jumlah orang yang tewas akibat topan bisa bertambah sebab operasi pertolongan masih berlangsung," kata Mpyesa, Kamis (5/3/215) pagi.   Ia menyatakan topan tersebut --yang menerjang Desa Mwakata-- juga menewaskan ternak dan merusak berhektare-hektare tanaman.  "Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa batu, tertimbun rumah yang rusak sementara korban lain dihanyutkan banjir bandang," katanya.  Jastus Kamugisha, Komandan Polisi Wilayah Shinyanga, mengatakan 80 persen rumah di Dewa Mwakata hancur diterjang topan, sehingga ribuan warga kehilangan tempat tinggal dan harta benda.  Mpeyasa mengatakan komite penanganan bencana regional Shinyanga dijadwalkan bertemu pada Kamis siang ini guna menemukan cara membantu orang yang menjadi korban topan.  Sementara ini para korban telah direlokasi ke tempat pengungsian yang lebih aman dan belum menerima bantuan. Bantuan yang sangat diperlukan antara lain selimut, bahan makanan dan obat-obatan karena akibat hujan lebat disertai angin hujan tersebut membuat para pengungsi mudah terserang penyakit.

HarianDepok.com – Berita – Internasional, Sedikitnya 38 orang tewas dan 60 orang lagi cedera akibat topan yang mengamuk selama 30 menit pada Rabu (4/3/2015) waktu setempat, di Kabupaten Kahama di wilayah Zona Danau Tanzania, Shinyanga.

Sebelumnya, pada Selasa (3/3/2015), Direktur Pelaksana Badan Meteorologi Tanzania (TMA) Agnes Kijazi mengatakan ramalan cuaca menunjukkan bahwa hujan lebat diperkirakan turun dalam beberapa hari kedepan, sehingga bisa mengakibatkan banjir di beberapa daerah di negeri tersebut ketika musim hujan mulai tiba pada pekan ketiga Maret. Namun, dari hasil pemantauan cuaca tidak diprediksi akan adanya badai dan topan.

Dikutip dari Xinhua, Komisaris Kabupaten Kahama, Benson Mpyesa mengatakan ada 35 orang meninggal di lokasi, sedangkan tiga orang lagi meninggal ketika menjalani pengobatan di rumah sakit kabupaten Kahama. Dari keterangannya, kebanyakan korban adalah anak kecil.

“Jumlah orang yang tewas akibat topan bisa bertambah sebab operasi pertolongan masih berlangsung,” kata Mpyesa, Kamis (5/3/215) pagi.

Ia menyatakan topan tersebut –yang menerjang Desa Mwakata– juga menewaskan ternak dan merusak berhektare-hektare tanaman.

“Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa batu, tertimbun rumah yang rusak sementara korban lain dihanyutkan banjir bandang,” katanya.

Jastus Kamugisha, Komandan Polisi Wilayah Shinyanga, mengatakan 80 persen rumah di Dewa Mwakata hancur diterjang topan, sehingga ribuan warga kehilangan tempat tinggal dan harta benda.

Mpeyasa mengatakan komite penanganan bencana regional Shinyanga dijadwalkan bertemu pada Kamis siang ini guna menemukan cara membantu orang yang menjadi korban topan.

Sementara ini para korban telah direlokasi ke tempat pengungsian yang lebih aman dan belum menerima bantuan. Bantuan yang sangat diperlukan antara lain selimut, bahan makanan dan obat-obatan karena akibat hujan lebat disertai angin hujan tersebut membuat para pengungsi mudah terserang penyakit.

[AndriIdaman/HD]

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)