Serangan Balik Ahok Kepada DPRD KI Jakarta

Serangan Balik Ahok Kepada DPRD KI Jakarta

HarianDepok.com – Berita – Nasional, Kasus “dana siluman” yang muncul dalam anggaran APBD terus meruncing. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah berupaya untuk mengatasi ‘pembegalan’ anggaran oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI. Langkah tersebut diambil oleh Pemprof DKI bukan untuk mencari popularitas.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menegaskan, ia dan seluruh pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemprov DKI berani melawan DPRD DKI karena sudah jengah selalu menjadi sapi perah titipan dana siluman di setiap penganggaran APBD.

“Mereka para PNS sudah malas terus ditekan,” ujar Ahok, Rabu, (3/4/2015).

Ahok mengatakan, dalam setiap kegiatan penganggaran setiap tahun, ada saja anggota DPRD DKI yang selalu berusaha menyisipkan anggaran titipannya dalam mata anggaran yang disusun SKPD. Anggaran itu disebut ‘pokir’ atau pokok pikiran yang merupakan bentuk realisasi pendapat dan saran anggota dewan terhadap proses penyusunan anggaran.

“Tapi pokir di sini itu bukan pokok pikiran, tapi itu tuh duit yang dimasukin buat dia belanjakan,” ujar Ahok geram.

Menurut Ahok, berdasarkan peraturan perundang-undangan dan Surat Keputusan (SK) Mahkamah Konstitusi Nomor 35/PUU-XI/2013, fungsi budgeting dewan hanya terbatas kepada pengawasan dan pengesahan, tak menyentuh kepada teknis besaran anggaran.

Ia juaga menjelaskan, pada anggaran tahun 2015 ini pun, upaya penyisipan anggaran itu jelas terjadi di pos anggaran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Menurut dia, sebelum kegiatan pembahasan anggaran di rapat komisi DPRD, oknum DPRD menyisipkan anggaran yang disebutnya sebagai anggaran ‘visi misi’ sebesar Rp8,8 triliun.

Beruntung, berkat sistem e-budgeting, Ahok berhasil mendeteksi keberadaan mata anggaran janggal itu dan segera mencoretnya.

“Gue tulis ‘nenek lo!’ di pengajuan anggarannya.” Kata Ahok dengan nada kesal dan marah

[NurMungil/HD]

Tags:
author

Author: