Putri Tatang, Bapak Lega Karena Semua Uneg-Uneg Sudah Disampaikan

Putri Tatang, Bapak Lega Karena Semua Uneg-Uneg Sudah Disampaikan

HarianDepok.com – Berita – Nasional, Indonesia kembali kehilangan putra terbaiknya, legenda sniper (penembak jitu) Indonesia, Tatang Koswara tutup usia setelah mengalami serangan jantung. Sebelum tutup usia, Tatang sendiri telah syuting acara Talkshow Hitam Putih yang dipandu oleh Dedi Corbuzier.

Dari pengakuan salah seorang putri Tatang, Pipih (45) yang mendampingi saat di rumah sakit mengakui bahwa Ayahnya sudah tampak lega menceritakan semua uneg-unegnya selama menjadi prajurit TNI.

“Bapak kelihatan plong sudah mengeluarkan uneg-uneg pengalamannya sebagai prajurit TNI,” ujar Pipih dengan raut muka sedih.

Menurut Pipih, selama ini Ayahnya selalu merahasiakan semua kegiatannya sebagai prajurit TNI. Baik kepada keluarga, terlebih kepada masyarakat umum. Hal tersebut dilakukan karena pekerjaannya yang beresiko terhadap keamanan diri dan keluarganya.

“Karena bertahun-tahun memendam rahasia itu, jangankan ke masyarakat, ke keluarganya pun disembunyikan,” tuturnya.

Pipih pun mengakui  Ayahnya memang memiliki riwayat sakit jantung. Beberapa hari terakhir ini Tatang memang kurang sehat karena padatnya aktivitas bertemu dengan para awak media.

“Beberapa hari terakhir ini kurang istirahat suka kesana-kemari, sering diwawancara wartawan, karena kurang istirahat jadi kecapekan. Sebelum acara syuting, makan kebanyakan kerasa kekenyangan katanya,” ungkap Pipih sambil sesekali menyeka air matanya

Sementara itu, pemandu acara Hitam Putih, Dedy Corbuzier di akun Twtternya menuliskan, saat itu Tatang tengah menceritakan semua perjuanganya.

“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun Bapak Tatang Koswara memejamkan mata tuk terakhir kalinya. #hitamputihberduka,” tulis Dedy.

Dedy juga mengungkapkan, sebelum meninggal, Tatang menyampaikan beberapa kata kepada Dedy.

“Sebelum meninggal beliau berkata pada saya: “darahku di merah putih” sejenak setelah itu beliau terkena serangan jantung. #hitamputihberduka,” tulis Dedy.

Sebagai informasi, dalam buku 14 sniper terbaik dunia yang ditulis oleh Peter Brookesmith, Tatang Koswara yang terakhir berpangkat Peltu menjadi salah satu sniper terbaik dunia. Tatang sendiri masuk TNI Tantama pada 1966 di Banten.

Tatang sejak 1975 bertugas di Timor-Timor. Saat itu, ia menjadi sniper paling ditakutkan musuh. Selama bertugas di Timor-Timor, sejak 1975- 1978, Tatang menjalankan misi operasi yang bernama Baratayuda, perang terbuka langsung dengan Fretilin. Dua tugas Tatang saat itu adalah mengendap-endap masuk wilayah musuh sebagai intelijen dan untuk mengetahui kekuatan serta lokasi musuh.

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)