7 Pejabat Tapanuli, Korupsi Dana Alat Olahraga

 

7 Pejabat Tapanuli, Korupsi Dana Alat Olahraga

HarianDepok.com – Berita – Nasional – Medan, Tujuh pejabat  yang berada di kantor oemuda dan olahraga yang berada di tapanuli tengah kota medan telah dijatuhi hukuman oleh majelis hakim pengadilan tipikor. Dari ketujuh pejabat tersebut dijatuhi hukuman penjara dan denda. Lantaran lewat tindakannya yang telah melakukan tindak pidana korupsi terkait pengadaan alat- alat olahraga di beberapa sekolah yang ada di tapteng yang dirasa sangat merugikan. Tindakan tersebut dilakukan oleh mereka pada tahun 2011 yang lalu. Karena mereka bertujuh telah terbukti bersalam maka hakim memberikan vonis penjara yang harus dijalani oleh mereka. Sementara putusan dari majelis hakim ini menyatakan  dari ketujuh orang tersebut divonis dengan dengan berkas yang tidak sama.

Kepala kanpora lander parhusip divonis penjara selama 1 tahun 4 bulan dan begitupun dengan bendahara pengeluarannya oslo habeahan. Sementara lima yang lainnya masih- masing divonis 1 tahun, diantaranya adalah gaul sitompul, parlungan simarmata, yanti nilasari, rastim mondar dan juga imam mahadi. Selain mendapat hukuman penjara mereka juga dikenakan denda sebesar Rp. 50 juta satu bulannya. Dari ketujuh pejabat tersebut telah melakukan pelanggaran terhadap oasal 3 junto pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 yang berkaitan dengan pemberantasan korupsi dan junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP yang mana membahas terkaitt dengan penyalah gunaan wewenang dan menguntungkan diri sendiri, hal tersebut diungkapkan oleh ahmad suyuti selaku hakim ketua tipikor, selasa kemaren (03/03/2015)

Untuk keputusan yang sbelumnya oleh jaksa penuntut umum memberikan vonis kepada terdakwa hukuman penjara selama 1 tahun 6 bulan yang  harus membayar denda subsider dua bulan sebanyak 50 juta. Tindakan korupsi yang dilakukan dari pejabat tersebut adalah mengkorupsi alat- alat olahraga diantaranya adalah bola kaki, bola voli, tenis meja dan  yang lainnya yang berjumlah kesemuanya sebesar. Smeentara untuk anggaran yang dicairkan lebih besar dari alokasi yang diberikan kepada sekolah- sekolah terhadap pengadaan alat- alat olahraga. Untuk itu hal tersbeut sangat merugikan APBD pemerintahan kabupaten tapteng di tahun 2011 yang lalu.

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)