Merger Bank Syariah Milik BUMN Di Targetkan Akan Tuntas Pada Tahun Ini

Merger Bank Syariah Milik BUMN Di Targetkan Akan Tuntas Pada Tahun Ini

HarianDepok.com- Bisnis – Proses dari pengembangan usaha atau marger bank syariah BUMN (Badan Usaha Milik Negara) diharapkan akan tuntas pada tahun ini. Rini M. Soemarno selaku Menteri BUMN ditunjuk sebagai pemimpin proses pengembangan ini.

Muliaman D. Hadad selaku Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keungan (OJK) menyatakan, kini pihaknya sudah melakukan pembicaraan bersama Kementrian BUMN guna memuluskan proses dari penggabungan empat bank syariah milik negara tersebut.

Lebih lanjut ia memaaparkan, Rini akan menjadi ketua tim yang akan mengatur persoalan administrasi mengenai wacana marger bank syariah BUMN serta berharap peggabungan dapat terealisasi pada tahun 2015 ini.

“Pembicaraan tersebut sudah dimulai, pemimpin dari Menteri BUMN. Kami mengusahakan tahun ini dapat termarger,” ujar Muliaman, Jakarta, Senin (2/ 3/ 2015).

Ia juga berharap pemerintah dapat memberikan tambahan modal dalam upaya proses marger ini. Hal ini ditujukan agar Indonesia memiliki bank Syariah dengan memiliki modal yang kuat. Karena apabila berjalan secara sendiri- sendiri andilnya kepada perokonomian juga tidak akan mksimal,” tutur dia.

Untuk saat ini terdapat 3 bank syariah serta satu unit syariah yang dimilki oleh badan usaha milik negara tersebut. Keempat Bank Syariah tersebut adalah BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan unit Syariah Miliki Bank BTN.

Mandiri Agus Dwi Handaya selaku Direktir Keungan Bank Syariah Mandiri menyatakan siap untuk dimarger dengan bank syariah BUMN yang lainya. Akan tetapi hal tersebut tergantung dengan keputusan dari pemerintah serta bank Mandiri sebagai induk perusahaan. “Kami memiliki perusahaan induk Bank Mandiri yang sudah berpengalaman mengenai urusan Marger,” tutur Agus.

Adanya penggabungan tersebut diharapkan mampu memperkuat permodalan bagi Bank Syariah, terlebih dalam menghadapi persaingan likuiditas yang kini semakin ketat. Gatot Suwando selaku Direktur Utama dari PT Bank Negara Indonesia juga menyetujui renacana tersebut, meski perlu adanya kajian yang lebih mendalam mengenai rencana tersebut.

[NurMungil/HD]

Tags:
author

Author: