Supermen Is Dead “SID” Semakin Gentol Menolak Reklamasi Teluk Benoa

Supermen Is Dead “SID” Semakin Gentol Menolak Reklamasi Teluk Benoa

HarianDepok.com- Properti – Sampai hari ini dukungan terhadap aksi Forum Rakyat Bali Menolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBALI) terus berlanjut. Penolakan tersebut dikarenakan adanya rencana pengembangan pulau raksasa dengan luas mencapai 700 hektar yang ada di teluk Benoa, Bali Selatan.

Selain Walhi (Wahana Lingkungan Hidup Bali yang terus menyuarakan penolakan tersebut, kelompok band musik rock “Supermen is Deat” yang dimotori oleh I Gede Ari Astina atau yang sering disapa dengan Jerinx (JRX) SID semakin getol mengapanyekan penolakan pembangunan tersebut.

Setiap harinya di laman jejaring sosialnya ‘Facebook’, SID rajin memposting foto, kegiatan, serta meme untuk menolak atau memaparkan dampak yang akan terjadi apabila rencana pembangunan di Teluk Benoa tersebut benar- benar teraliasasi.

Seperti yang pernah diunggahnya, SID memasang gambar meme Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Dalam postinganya tersebut tertulis “Jangan membua alam marah, ingatlah hukum karma. Mari kita jaga sama- sama lingkungan apabila kita ingin alam bersahabat dengan kita”, Minggu (22/ 2/ 2015).

Sementara itu gambar dibawah meme sang gubernur tengah memperlihatkan kantor dinasnya yang sedang tergenang air dengan judul “Masterplan Reklamasi Berkedok Revitalisasi”.

Menurt Jerinx, SID sebenarnya tidak anti dengan pembangunan. Adapun alasan mereka menolak reklamasi di teluk Benoa karena Bali Selatan termasuk Sanur, Kuta, Denpasar serta sekitarnya sudah penih sesak dengan polusi, krisis air, smapah, dan problem- problem sosial lainya.

“tolong untuk dicatat, yang kami lakukan ini adalah sikap melawan kerakuasan dari penguasa serta para pengusaha. Penambahan pulau baru hanya akan menambah sederet permasalahan yang ada di Kawasan Bali Selatan. Yang kedua, Teluk Benoa merupakan wilayah konservasi yang seharusnya tidak boleh untuk dibangun apapun,” ujar Jerinx, Jumat (27/ 2/ 2015).

Lebih lanjut ia memaparkan bahwa polemik seputar reklamasi Teluk Benoa merupakan sikap arogansi dari pemerintahan sebelumnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ketika menjabat sebagai pimpinan negara, ia mencabut Perpes No 51 Tahun 2014 tentang pencabutan status konservasi Teluk Benoa.

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: