Ingin Tahu Kasus Penyiksaan PRT Paruh Baya, Dede Yusuf Sambangi Depok

Dede Yusuf Sambangi Depok, ingin Tahu Kasus Penyiksaan PRT Paruh Baya

Foto ; detik.com

HarianDepok.com – Berita – Cipayung , Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf sangat prihatin atas kasus penganiayaan pembantu rumah tangga (PRT) yang menimpa Patini (60) oleh majikannya di Perumahan D’ Mupple Residence, Ratu Jaya, Cipayung, Depok. Namun sangat disayangkan, Dede tidak dapat bertemu dengan Patini karena ia sudah pulang kampung. saat di lokasi kejadian di kawasan pemukiman elit, D’ Mupple Residence, Depok, Minggu (1/3/2015) Dede mengatakan “Kami datang kemari untuk memperhatikan kasus ini. Kami ingin bertemu dengan korban dan ingin tahu kondisinya seperti apa. Karena Ini serius.”

Pengurus RT dan RW setempat menemui Dede dan memberikan penjelasan soal keengganan Patini melaporkan penganiayaan yang dialaminya ke pihak kepolisian. Ketua RT 01 Indra Gunawan mengatakan kepada Dede Yusuf “Meski sudah kami desak, Bibi Tini enggak mau laporan Pak. Katanya dia sayang sama majikanya, jadi diselesaikannya secara kekeluargaan saja.” Karena korban tidak mau melapor ke polisi, kasus ini pun diselesai dengan cara kekeluargaan. Pertemuan antara pelaku EP dan PT dengan korban dilakukan dengan fasilitator Ketua RT 01 Indra Gunawan dan Ketua RW 12 Arbiyadi.

Menurut Kombes Pol Ahmad Subarkah, Kapolresta Depok di Mapolresta Depok, Minggu (01/03/2015) “Kasus ini tidak dilaporkan ke polisi, hanya diselesaikan secara kekeluargaan dengan memberikan ganti rugi.” Kartini telah bekerja 7 tahun di kediaman pasangan suami-istri, Briptu EP dan PT. EP adalah seorang anggota Polres Metro Jakarta Selatan sedangkan EP, seorang PNS di Kota Depok.

Sebelumnya warga melihat patini duduk termangu sambil menangis di teras rumah majikannya, dan nampak kedua mata dan mulutnya lebam menghitam Pada Kamis (26/02/2015). Wanita paruhbaya itu ditinggalkan oleh majikannya pergi ke Bengkulu dalam kondisi gerbang yang digembok oleh majikannya. Sejumlah warga terpaksa meloncat pagar untuk menemui Patini. Selanjutnya Patini dibawa ke RS Bhakti Yudha untuk diberi perawatan. Sebelum majikannya berangkat ke Bengkulu, Selasa (22/02/2015) Patini menerima pukulan dari PT karena ia lupa membuatkan susu untuk anaknya.

[ TaufikHidayatHD ]

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok