Hanya Rp 240 Jutaan, Ini Apartemen Murah Khusus Pekerja Non Buruh Pabrik

Hanya Rp 240 Jutaan, Ini Apartemen Murah Khusus Pekerja Non Buruh Pabrik

HarianDepok.com- Properti – Kota Bekasi semakin sumringah. Pada sektor pengembangan properti, terlebih untuk hunian vertikal kian menjamur. Terhitung, saat ini yang tengah dikembangkan adalah Green Place Residance, Indigo Apartemen, Bekasi Tower, Grand Dhika City, Mutiara Apartemen, TTL Residence, Gand Icon Caman, dan BTC Residence.

Proyek tersebut belum lagi ditambah dengan proyek Spring Lake yang ada Summarecon Bekasi, serta Grand Cut Meuta. Sebagian besar apartemen- apartemen tersebut menyasar segmentasi pasar menengah, dan menengah ke bawah.

Meski demikian, Wahjono selaku Presiden Direktur dari PT Starindo Kapital Indonesia dan pengembang dari Metropolitan Park, menilai telah ada celah yang kurang diajdikan mangsa pasar yakni para pekerja non buruh yang ada di pabrik- pabrik.

“Terbukti ketika memasarkan Tower pertama (Paris), respon dari masyarakat sejatinya sudah ada. meski kita membidik pasar ini, Metropolitan Park harus berhadapan dengan para pemiliki kos atau kontrakan,” ujar Wahjono, Jumat (27/ 2/ 2015).

Lebih lanjut ia memaparkan bahwa menara paris yang mereka rilis pada Februari 2014 dengan total 550 unit tersebut terbilang sukses dengan terserap pasar dalam jangka waktu 10 bulan. Sedangkan untuk hunian baru yang akan segera diluncurkan pada waktu yang dekat ini adalah Menara Milan. Menara Milan sendiri diproyeksikan menyasar pasar non buruh yang bekerja di daerah industri Pondok Ungu.

Perihal harga sewa, akan memiliki harga sewa sepadan dengan kontrakan rumah tapak atau rumah kos. Di kawasan Bekasi Utara, kamar dengan fasilitas pendingin udara, dibanderol dengan kisaran harga Rp 800 ribu/ bulan.

Menara Milan dipasarkan dengan harga Rp 240 juta (20 meter persegi) dan Rp 500 juta (40 meter persegi). Patoka harga tersebut sudah dipertimbangkan matang- matang berapa kisaran gaji serta kemampuan dario para pekerja non buruh yang ada di kawasan Bekasi. Karena di Bekasi, UMP (Upah Minimum Provinsi) lebih besar jika dibandingkan dengan di Jakarta, oleh karena itu daya belinya pun juga cukup tinggi.

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: