Karena BI Rate Turun, Sukuk Ritel 007 Laris Manis

Karena BI Rate Turun, Sukuk Ritel 007 Laris Manis

HarianDepok.com – Bisnis – Masih dalam kurun waktu tiga hari penawaran, pemerintah telah mengumpulkan dana sebesar Rp 15,1 triliun yang diperoleh dari sukuk negara ritel dengan seri SR-007, angka tersebut sudah mencapai 75,5 persen dari targetan sebesar Rp 20 triliun.

Suminto selaku Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jendral Pengelolaan Pembiayaan serta Risiko Kementrian Keungan menjelaskan, total dari investor kini sudah mencapai 22,3 ribu orang. Dengan jumlah nominal pemesanan minimal Rp 5 jutaan dan maksimal sebesar Rp 5 miliar, rata- rata pemesanan mencapai angka Rp 611 juta.

Bnyaknya permintaan sukuk ritel dengan kode James Bond tersebut dikarenakan kupon yang ditawarkan sangat menarik khususnya bagi para investor. Suminto lebih jauh lagi memaparkan, kupon yang mencapai angka 8,25 persen ini sangat menarik banyak peminat para investor.

Setelah BI menurunkan suku bunganya (BI rate) sebesar 0,25 persen, kini kupon sukuk menjadi lebih menarik. Selisih dengan rata- rata bunga deposito 1 tahun pada kisaran 6,99 persen serta tingkat bunga pinjaman Simpanan yang mencapai 7,75 persen, cukup lebar.

“Sprednya kan dapat terbilang tinggi. Imbalan yang kami berikan pun juga cukup menarik apabila dibandingkan dengan rata- rata deposito serta LPS Rate”, ungkap Suminto, Jakarta Kamis (26/ 2/ 2015).

Sukuk negara SR 007 itu rencananya akan terbit pada tanggal 11 Maret 2015 dan jatuh temponya pada 11 Maret 2018. Nilai per nominalnya sebesar Rp 1 juta dengan harga per unitnya at par. Sedangkan untuk underlying aset yang akan dijaminkan adalah proyek dalam anggaran negara tahun 2015 ini.

Penawaran sukuk tersebut digelar sejak 23 Februari kemarin hingga 6 Maret 2015 pukul 10.00 wib. Sedangkan penjatahan pemesanan sukuk negara ritel seri tersebut akan diumumkan pada tanggal 9 Maret 2015. Lalu dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada 12 Maret mendatang. Pemerintah sendiri menargetkan jumlah penerbitan dapat menembus angka Rp 20 triliun, naik jika dibandingkan dengan SR-006 dengan nilai Rp 19,323 triliun.

 [NurMungil/HD]

Tags:
author

Author: